Hidayatullah.com– Pasukan keamanan Turki melakukan penggerebekan besar-besaran pada hari Selasa (23/6/2026) di Ankara menjelang KTT NATO bulan depan dan menahan lebih dari 200 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok ekstremis termasuk ISIS.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi yang digelar pada 7-8 Juli bersama pemimpin 32 negara lain anggota aliansi pertahanan tersebut, lansir Associated Press.
Turki berencana menerapkan langkah-langkah keamanan ketat untuk KTT tersebut, termasuk melarang demonstrasi dan membatasi akses ke jalan menuju bandara, serta menutup area di sekitar lokasi KTT serta hotel tempat delegasi-delegasi menginap.
Pemerintah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memprioritaskan keamanan, dan pihak berwenang secara rutin melakukan razia keamanan.
Bulan lalu, pasukan keamanan menahan 324 orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok ISIS dalam operasi yang dilakukan di seluruh penjuru negeri.
Selasa pagi, pihak kejaksaan mengeluarkan perintah penangkapan 241 tersangka, dan 209 di antaranya kemudian diringkus di dalam operasi penggerebekan yang dilakukan petugas kepolisian dan gendarmerie di Ankara, menurut pernyataan yang dirilis Kejaksaan Agung.
Operasi dilanjutkan sepanjang hari guna meringkus para tersangka yang belum terjaring.
Termasuk di antara orang yang ditangkap ada 56 tersangka anggota ISIS dan 35 anggota Revolutionary People’s Liberation Party/Front, kelompok aliran kiri-jauh yang dikenal kerap melakukan serangan bersenjata dan pembunuhan tokoh-tokoh di Turki.
Kelompok ISIS di Turki melakukan sejumlah serangan maut, termasuk penembakan Malam Tahun Baru 2017 di sebuah kelab malam di Istanbul yang menewaskan 39 orang.*




