Hidayatullah.com– Sebuah kapal kontainer milik CMA CGM yang dihantam rudal saat berlayar di Selat Hormuz pada awal Mei mengalami kerusakan parah sehingga pihak perusahaan kemungkinan akan menjadikannya sebagai besi rongsokan.
Serangan atas kapal pengangkut peti kemas CMA CGM San Antonio mengakibatkan beberapa awak kapal terluka, yang kemudian dievakuasi. Kapal tersebut meupakan salah satu dari puluhan kapal yang menjadi korban hantaman rudal atau serangan drone di perairan itu selama Perang Iran.
“Kerusakannya parah sehingga kami mempertimbangkan untuk menjadikannya besi rongsokan,” kata Rodolphe Saade, CEO dan chairman CMA CGM, dalam sebuah konferensi bisnis di Prancis seperti dilansir Reuters, hari Sabtu (2/7/2026).
Setelah terjebak di Selat Hormuz selama beberapa pekan, kapal kargo San Antonio itu dituntun berlayar ke tempat aman, kata Saade, tanpa memberikan penjelasaan lebih lanjut.Perusahaan itu untuk saat ini belum akan mengirim kapal-kapal mereka berlayar ke kawasan Teluk lagi, seraya menambahkan bahwa saran itu diberikan kepada pihak Iran.
Saade, yang mengontrol CMA CGM bersama dengan anggota keluarganya yang lain, mengulangi lagi penolakannya terhadap biaya yang dipungut untuk bisa melintasi Selat Hormuz, salah satu isu yang belum dituntaskan dari perundingan damai Iran-AS.
Sebanyak 14 kapal milik CMA CGM, perusahaan pengangkutan peti kemas lewat laut terbesar ketiga dunia, berada di perairan Teluk saat pecah perang Iran yang kemudian mengakibatkan penutupan jalur perdagangan laut itu.
Saade mengatakan pihaknya berharap 4 kapal CMA CGM yang masih terjebak di sana akan segera bisa keluar dari zona itu.
Dalam sebuah wawancara dengan media Prancis pekan lalu, Saade mengindikasikan bahwa ada beberapa kapalnya yang memang dimaksudkan untuk beroperasi di perairan Teluk.*




