Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2026 21:24 9:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2026 21:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Menjelang Muktamar ke 35 PBNU, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa akan meluncurkan sekaligus membedah kitab karyanya berjudul Ithafu Ummati Al Muqtafa.

Acara tersebut akan digelar di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026) bertajuk Launching dan Bedah Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa.

Kegiatan tersebut ungkapnya, sebagai bentuk persembahan Umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali tradisi intelektual ulama.

Ia melanjutkan, khususnya tradisi menulis kitab di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), pesantren, perguruan tinggi Islam, dan lembaga-lembaga keagamaan.

Peluncuran kitab tersebut di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap arah kepemimpinan, masa depan keilmuan, dan peran strategis NU. KH Zulfa mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi menulis kitab sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan ilmu dan membangun peradaban Islam.

Baca Juga

Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

“Tradisi ulama adalah tradisi ilmu dan tradisi ilmu tidak akan kokoh tanpa tradisi menulis. Karena itulah para ulama terdahulu tidak hanya mendidik murid, tetapi juga meninggalkan kitab sebagai warisan intelektual bagi umat,” kata Kiai Zulfa di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya , sejak masa awal Islam hingga berkembang di Nusantara, kemajuan peradaban tidak hanya ditopang oleh lahirnya para ulama yang alim dan berakhlak, tetapi juga oleh karya-karya keilmuan yang mereka tinggalkan.

Kitab para ulama menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu lintas generasi, bahkan tetap hidup ratusan tahun setelah penulisnya wafat.

Pria kelahiran 7 Agustus 1977 tersebut mengatakan, pesantren selama ini, dikenal sebagai pusat transmisi ilmu-ilmu keislaman melalui kajian kitab kuning. Namun, ia berpandangan, pesantren juga perlu terus melahirkan karya-karya baru sebagai respons atas perkembangan zaman dan dinamika kehidupan masyarakat.

“Memang penting dan perlu kita membaca, mengaji, dan mengkaji kitab para ulama terdahulu. Tetapi para ulama juga memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan karya yang dapat menjadi rujukan bagi generasi mendatang. Di situlah estafet keilmuan terus berjalan,” ucap Kiai Zulfa.

Peluncuran kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa, sambungya, juga menjadi penegasan tradisi keulamaan NU tidak boleh berhenti pada pengajaran dan pengajian semata. Melainkan, kata Kiai Zulfa, harus terus berkembang menjadi tradisi produksi ilmu, penulisan kitab, dan penguatan literasi Islam Indonesia.

Kiai Zulfa mengatakan sejarah menunjukkan para ulama besar dikenang bukan hanya karena keluasan ilmunya atau banyaknya murid yang dimiliki, tetapi juga karena karya-karya yang mereka tinggalkan. Kitab menjadi bukti otoritas keilmuan sekaligus jejak intelektual yang terus memberi manfaat lintas zaman.

“Ceramah dapat menggerakkan hati pada masanya. Tetapi kitab menjaga ilmu tetap hidup sepanjang masa. Karena itu, setiap ulama perlu memiliki semangat untuk meninggalkan karya sebagai bagian dari amal jariyah keilmuan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, kegiatan ini akan menghadirkan ulama, kiai, akademisi, santri, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Niesky
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bedah bukuBedah KitabIthafu Ummati Al MuqtafaPBNU
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Berita
6 Juli 2026 15:04
Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

9 Juli 2026 13:41
Berita

TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

9 Juli 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?