Hidayatullah.com– Departemen Perdagangan Amerika Serikat hari Jumat (10/7/2026) melonggarkan izin ekspor ke Uni Emirat Arab guna memudahkan penjualan sejumlah item militer, satelit komersial tertentu dan pesawat antariksa, menurut pengumuman yang dimuat di Federal Register.
Pemerintah UEA dan perusahaan-perusahaan yang sudah mendapatkan prsetujuan sekarang juga akan dapat mengakses sejumlah item advanced computing yang bebas lisensi, kata pengumuman itu seperti dilansir Reuters.
Perusahaan asal UEA G42 dan Core42 serta sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di negeri Arab itu, seperti Amazon, Apple, dan xAI, termasuk di antara perusahaan yang tidak lagi membutuhkan lisensi untuk mendapatkan chip dan server AI.
Departemen Perdagangan AS menjelaskan kenapa ada perlakuan khusus kepada UEA. Negara kecil itu sudah bekerja sama dengan AS selama puluhan tahun dalam menghadapi Iran dan proxinya, termasuk Hamas, Hizbullah dan Houthi.
“Baru-baru ini, UEA memainkan peran kunci dalam memajukan kepentingan AS selama Operation Epic Fury,” imbuh pengumuman itu, merujuk serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari yang kemudian meluas menjadi perang Timur Tengah yang masih berlangsung sampai saat ini.
Selain itu, UEA merupakan mitra dagang terbesar AS di Timur Tengah, dan investasi langsung negara kaya itu di AS bernilai lebih dari $1 triliun.
Berdasarkan regulasi baru, Departemen Perdagangan AS memindahkan UEA ke dalam kelompok negara yang diperbolehkan mendapatkan pengecualian lisensi untuk sejumlah item yang berada di bawah kontrol departemen, seperti item untuk penggunaan militer dan penggunaan ganda.
Dengan adanya ketentuan tersebut UEA menjadi negara satu-satunya di kelompok itu yang bukan termasuk multilateral export control regimes.*




