Hidayatullah.com – Dua tentara wanita ‘Israel’ dilaporkan meregang nyawa. Bukan di medan tempur, bukan pula dalam baku tembak, tapi di pangkalan militer.
Mereka mengakhiri hidup mereka sendiri, menambah daftar panjang kasus bunuh diri di kalangan tentara Zionis ‘Israel’ yang dipicu beban mental.
Menurut laporan Haaretz, media berbahasa Ibrani, pada Selasa, seorang tentara wanita dari Batalyon Bardelas, yang ditempatkan di pangkalan militer perbatasan Mesir-Israel tewas karena bunuh diri.
Dia, imbuh Haaretz, ditemukan terluka akibat luka yang diakibatkan sendiri. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di mana dia dinyatakan sudah tak bernyawa.
Dalam insiden terpisah, Haaretz melaporkan bahwa seorang tentara wanita yang bertugas di intelijen militer ‘Israel’ tewas karena bunuh diri dua hari sebelumnya pada Ahad di pangkalan militer Glilot dekat Ramat Hasharon di ‘Israel’ tengah. Laporan itu mengatakan dia memegang jabatan rahasia.
Militer ‘Israel’ dikabarkan telah mengerahkan Polisi Militer untuk menyelidiki kedua insiden tersebut.
Tren Bunuh Diri
Berdasarkan data yang dikumpulkan Haaretz, jumlah tentara penjajah ‘Israel’ yang tewas bunuh diri sejak awal tahun terus meningkat hingga 16 orang.
Data itu menambahkan bahwa setidaknya sembilan tentara lainnya, termasuk personel reguler dan cadangan yang telah ikut serta dalam perang, juga bunuh diri saat tidak bertugas.
Menurut laporan Haaretz sebelumnya, 22 tentara ‘Israel’ tewas karena bunuh diri pada tahun 2025, menandai angka tahunan tertinggi yang tercatat oleh militer ‘Israel’ dalam 15 tahun terakhir.*




