Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 September 2026 14:43 2:43 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 September 2026 15:00
Bagikan
Menteri Luar Negeri baru Inggris, Ed Miliband
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah Inggris mengumumkan akan memberlakukan larangan perdagangan dengan ‘Israel’. Hanya saja larangan itu terbatas pada barang-barang dari permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Daftar isi
  • Larangan berlaku ‘selama pendudukan masih ada’
  • Bukti Kejahatan Perang di Gaza
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Di depan House of Commons pada Selasa (08/09/2026), Menlu Inggris Ed Miliband mengatakan mulai hari itu pihaknya akan memulai “awal dari pendekatan baru” terhadap Israel sembari mengumumkan akan menerapkan larangan impor terhadap permukiman ilegal di wilayah pendudukan

“Aturan yang saya umumkan hari ini akan mulai berlaku dalam waktu enam hingga sembilan bulan, dan kami juga akan mengambil langkah-langkah yang lebih segera,” kata Miliband.

Menurutnya, langkah yang diambil Inggris ini merupakan pesan yang jelas kepada pemerintah ‘Israel’ untuk tidak menghancurkan solusi dua negara.

Namun, ia menegaskan bahwa rezim sanksi ini akan menyasar permukiman ilegal dan perluasan permukiman, bukan Israel itu sendiri; ia menambahkan bahwa karena alasan inilah ia menentang gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) “sepenuh hati.”

Baca Juga

Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata

Miliband menegaskan bahwa pihak-pihak yang mendanai atau memfasilitasi permukiman ilegal di Tepi Barat “akan menghadapi dampak penuh dari sanksi Inggris.”

Inggris, imbuh Miliband, akan menindak “perusahaan dan individu tertentu” yang menyediakan layanan serta pendanaan bagi perluasan permukiman ilegal ‘Israel’.

“Saya juga dapat mengumumkan bahwa kami memperluas rezim hak asasi manusia global yang ada saat ini, sehingga memungkinkan tindakan yang lebih cepat untuk mencegah perluasan permukiman, termasuk—yang sangat penting—upaya untuk menghentikan pembangunan di kawasan E1,” ujar Menteri Luar Negeri tersebut.

Larangan berlaku ‘selama pendudukan masih ada’

Miliband menyatakan bahwa pemerintah Inggris sepakat bahwa telah terjadi “pembersihan etnis terhadap warga Palestina” di wilayah pendudukan Tepi Barat yang dilakukan oleh “teroris pemukim” Israel.

Dalam pidatonya, ia juga menegaskan bahwa penangguhan 30 izin ekspor senjata ke Israel yang saat ini berlaku akan tetap dipertahankan “sepenuhnya.”

Ia mengklaim bahwa Inggris akan menolak semua permohonan izin ekspor senjata maupun barang lainnya yang secara material berkontribusi terhadap pendudukan tersebut—yang pada praktiknya menjadi mekanisme pengamanan ganda terhadap penjualan senjata.

“Ini berarti larangan ekspor semacam itu akan tetap berlaku selama pendudukan masih berlangsung,” tegas Miliband.

Menteri Luar Negeri tersebut juga mendesak Israel untuk mencabut penahanan pendapatan pajak, seraya menyatakan bahwa langkah tersebut secara finansial “melumpuhkan penyediaan layanan-layanan penting di Tepi Barat.”

Bukti Kejahatan Perang di Gaza

Saat membahas perang genosida ‘Israel’, Menlu Inggris itu hanya menyatakan bahwa “semakin banyaknya bukti bahwa kejahatan perang tampaknya telah terjadi” di Jalur Gaza.

Ia mengatakan bahwa serangan tanggal 7 Oktober 2023 “tidak dapat membenarkan apa yang telah terjadi di Gaza,” seraya mencatat bahwa lebih dari 70.000 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak saat itu, termasuk “setidaknya 20.000… anak-anak.”

Miliband juga mengatakan bahwa Inggris telah menetapkan status khusus terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran dan menyatakan pemerintah “akan mengambil langkah lebih lanjut hari ini terkait kelompok-kelompok proksi Iran.”

“Jadi, hari ini saya juga dapat mengumumkan bahwa kami menjatuhkan sanksi terhadap sayap pendanaan Hizbullah Lebanon, Al-Qard Al-Hassan,” tambahnya.

Miliband juga menyatakan bahwa ia “bangga dengan identitas Yahudi saya dan teguh” dalam dukungannya terhadap negara Israel.

Ia menambahkan: “Sama sekali tidak ada pertentangan antara hal ini dan dukungan saya terhadap negara Palestina. Justru sebaliknya.”

Miliband mengatakan bahwa mereka patut bangga karena pemerintahan Partai Buruh-lah yang mengambil “langkah bersejarah” untuk mengakui negara Palestina.*

Inggris, Permukiman Ilegal, Pemukiman Ilegal Yahudi, Israel, Palestina,

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisisraelpalestinaPemukiman Ilegal YahudiPermukiman ilegal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
9 September 2026 12:07
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Terbaru

  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
  • Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS

8 September 2026 13:17
Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

8 September 2026 12:57
Yahudi Rusia
Berita

Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia

8 September 2026 09:02
Berita

Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’

7 September 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?