Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2026 17:43 5:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2026 17:42
Bagikan
Sejak Ketua Partai Komunis Xinjiang Chen Quanguo ditunjuk bulan Agustus 2017, serangkaian kebijakan keras dimulai dengan menargetkan Muslim Uighur di Turkestan Timur (disebut wilayah otonomi Xinjiang -, China
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Perdagangan China pada hari Sabtu (1/8/2026) mengatakan bahwa penambahan perusahaan-perusahaan China ke dalam daftar entitas yang dituduh Amerika Serikat menggunakan buruh kerja paksa tidak memiliki dasar faktual, dan menyatakan bahwa tindakan AS tersebut mengganggu stabilitas rantai pasokan global.

Amerika Serikat menggunakan undang-undang domestiknya untuk memberlakukan sanksi secara sepihak atas perusahaan-perusahaan China — sebuah tindakan nyata pemaksaan ekonomi yang mencederai hak-hak perusahaan yang dilindungi hukum, kata Kementerian dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

China menentang kerja paksa dan mengatakan bahwa Xinjiang — di mana kata AS terjadi pelanggaran-pelanggaran HAM — merupakan kawasan yang stabil, makmur dan bebas dari “kerja paksa”, kata Kementerian.Dalam pernyataan itu,

China mendesak AS untuk berhenti “menyerang dan menjelek-jelekkan” Xinjiang dalam isu ini dan mengakhiri tekanan tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan China, serta memperingkatkan bahwa Beijing akan bertindak untuk melindungi hak-hak perusahaan tersebut.

Amerika Serikat pada hari Jumat (31/7/2026) mengumumkan larangan impor dari 43 lebih perusahaan China yang dituduh melakukan penindasan terhadap Uyghur dan etnis minoritas lain. Perusahaan-perusahaan itu dimasukkan ke dalam Uyghur Forced Labor Prevention Act Entity List, yang melarang impor barang-barang yang berkaitan dengan pelanggaran HAM dan genosida di Xinjiang.*

Baca Juga

pemberontak houthi
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
Tulisan selanjutnya Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad saat membuka Rapat Kerja Nasional Hidayatullah 2026/Bilal Tadzkir
Berita

Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid

Berita
15 September 2026 13:55
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Terbaru

  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

16 September 2026 10:29
Berita

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

15 September 2026 21:07
Berita

Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah

15 September 2026 20:34
Berita

Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

15 September 2026 20:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?