Hidayatullah.com– Lebih dari 300 orang korban penculikan dari serangan-serangan terpisah di Nigeria sudah diselamatkan, dalam apa yang digambarkan sebagai operasi terbesar satu hari yang dilakukan oleh gabungan pasukan keamanan.
Sebanyak 308 orang diselamatkan dari kawasan Taman Nasional Danau Kainji di negara bagian Niger dalam operasi yang melibatkan aparat militer, kepolisian, intelijen dan Pusat Kontra Terorisme Nasional, lansir BBC (6/8/2026).
Mereka yang diselamatkan termasuk 163 orang yang diculik selama serangan bulan Februari di perkampungan Woro dan Nuku di negara bagian Kwara, di mana sejumlah orang tewas. Sedikitnya 145 lainnya diculik dari negara bagian Niger.
Tidak jelas apakah ada tersangka pelaku penculikan berhasil diringkus dalam operasi itu.
Para korban diberikan perawatan medis di sebuah situs militer sebelum dikumpulkan kembali dengan keluarganya.
“Presiden Bola Ahmed Tinubu dengan hangat menyambut keberhasilan penyelamatan 308 warga negara Nigeria yang diculik dalam berbagai serangan di negara bagian Niger dan Kwara,” kata juru bicara kepresidenan Bayo Onanuga.
Itu merupakan “operasi penyelamatan terbesar yang pernah dilaksanakan” dalam masa satu hari, imbuh Onanuga.
Tinubu menggambarkan operasi tersebut sebagai tanda membaiknya koordinasi di antara lembaga-lembaga keamanan Nigeria.
Operasi penyelamatan dilakukan beberapa pekan setelah 44 siswa dan guru korban penculikan dalam serangan atas sebuah sekolah di negara bagian Oyo dibebaskan setelah 50 hari dalam tawanan menyusul satu bulan operasi keamanan.
Serangkaian aksi penculikan, termasuk serangan di bagian utara-tengah dan selatan Nigeria, menyulut kekhawatiran baru bahwa kerawanan meluas ke luar daerah yang selama ini dikenal sebagai zona konflik.
Kelompok Muslim bersenjata menginginkan penduduk desa Woro di negara bagian Kwara untuk membangkang terhadap pemerintah Nigeria dan konstitusi negara, serta berpaling mengikuti ajaran mereka. Tidak hanya itu kelompok itu berusaha memberlakukan sistem paralel dan pemerintahan sendiri di daerah tersebut.
Amnesty International mengatakan banyak dari korban tewas dalam berbagai serangan itu ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sebagian lehernya digorok, sebagian lain ditembak mati.
Pemerintah Nigeria menuding kelompok Boko Haram jiga terlibat dalam serangan-serangan di wilayah tersebut.*




