Hidayatullah.com – Menteri ektremis ‘Israel’ Bezalel Smotrich mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melarang Presiden Otoritas Palestina kembali ke Tepi Barat.
Desakan untuk memblokir Presiden Palestina dari wilayah penjajahan Palestina, Tepi Barat itu setelah Mahmoud Abbas menemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menuduh Erdogan anti-semit, tuduhan yang seringkali dipakai Zionis untuk melabeli para pendukung Palestina.
“Kunjungan Abu Mazen ke Erdogan, yang secara terbuka menyatakan ambisi anti-Semitnya untuk menghancurkan Negara Israel, sekali lagi mengungkap wajah asli Abu Mazen – seorang musuh yang memimpin otoritas teroris yang mendorong dan membiayai terorisme terhadap Negara Israel,” kata Smotrich di X.
“Saya menyerukan kepada Perdana Menteri untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mencegah masuknya kembali Abu Mazen ke Israel dan Yudea dan Samaria,” imbuhnya. Yudea dan Samari adalah sebutan ‘Israel’ untuk Tepi Barat.
Smotrich telah berulang kali mengajukan tuntutan yang sama sejak menjabat pada akhir tahun 2022, menyerukan lebih dari satu kali agar Otoritas Palestina dibubarkan dan presidennya dilarang bergerak bebas.
Sebagai menteri yang memegang kekuasaan sipil luas atas Tepi Barat yang diduduki dalam kementerian perang ‘Israel’, seruannya bukanlah retorika kosong tetapi bagian dari agenda untuk meruntuhkan Otoritas Palestina, demi memperkuat pendudukan ‘Israel’, dan membuka jalan bagi aneksasi wilayah tersebut dan perluasan permukiman.*




