Hidayatullah.com – Beberapa hari setelah entitas Zionis ‘Israel’ mengumumkan Program AI Nasional, Turki juga mengumumkan hal yang serupa.
Turki, dilansir TRT World (18/08/2026), mengumumkan rencana untuk menjadi pusat kecerdasan buatan (AI) global dengan memajukan kemandirian teknologi dan mengintegrasikan solusi inovatif di berbagai sektor strategis.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menandatangani surat edaran mengenai Rencana Aksi AI Turki periode 2026-2030 dan menerbitkannya dalam Berita Negara pada hari Selasa.
Melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi-nya, Turki telah merancang roadmap yang akan memperbarui visi negara hingga selaras dengan kedaulatan teknologi dan tujuan transformasi digital.
Pemerintah merancang kerangka kerja tersebut berdasarkan empat tahapan utama—yaitu mengenali, memanfaatkan, memproduksi, dan mengelola—guna membangun ekosistem yang andal.
Berlomba dengan ‘Israel’
Sebelumnya, gembong Zionis Benjamin Netanyahu bersama Kepala Direktorat AI Nasional, Erez Eskel meluncurkan Program AI Nasional ‘Israel’.
Netanyahu menyatakan bahwa program itu memiliki dua tujuan utama: mengukuhkan posisi ‘Israel’ sebagai kekuatan besar (superpower) global di bidang AI serta mendorong kemakmuran bagi perekonomian dan masyarakat.
“Kita berada di ambang era baru,” ujar Netanyahu. “AI bukan sekadar teknologi biasa; teknologi ini akan mengubah dunia. AI akan mengubah kehidupan kita masing-masing, kehidupan anak-anak kita, dan kehidupan generasi mendatang.”
Ia membandingkan transformasi teknologi yang sedang berkembang ini dengan Revolusi Industri dan memperingatkan bahwa negara-negara yang gagal beradaptasi dengan cepat berisiko tertinggal.
“Kami ingin memastikan dua hal mendasar dalam program ini: Pertama, mengukuhkan posisi Israel sebagai negara adidaya global—dan saya tekankan, negara adidaya global—di bidang kecerdasan buatan (AI); dan kedua, mendorong kemakmuran bagi perekonomian Israel, serta bagi warga dan anak-anak Israel,” jelasnya.
Netanyahu mengklaim bahwa ‘Israel’ sebelumnya telah memantapkan posisinya sebagai pemimpin di berbagai bidang, termasuk siber, pertanian, kedokteran, dan teknologi medis, serta menyatakan keyakinannya bahwa ‘Israel’ dapat mengulangi keberhasilan tersebut di bidang AI.
Melatih 10 Ribu Pakar AI
Rencana Aksi AI Turki bertujuan untuk memberikan pelatihan literasi AI kepada lima juta warga di 81 provinsi dalam kurun waktu dua tahun.
Pihak berwenang juga meluncurkan program talenta nasional untuk melatih 10.000 ahli tingkat tinggi dan 100.000 profesional di bidang aplikasi.
Para pejabat berencana menyiapkan setidaknya 2.000 set data publik serta membentuk kerangka kerja hukum dan etika untuk melindungi hak-hak pengguna.
Membangun infrastruktur
Turki menetapkan target untuk meningkatkan total kapasitas daya komputasi pusat data yang terpasang menjadi satu gigawatt pada tahun 2030.
Pemerintah mengalokasikan 20 juta jam penggunaan GPU bagi para peneliti, perusahaan rintisan (startup), dan usaha kecil guna mendemokratisasi akses terhadap sumber daya komputasi.
Rencana tersebut mewajibkan lembaga pemerintah untuk mengalokasikan setidaknya 2 persen dari anggaran investasi mereka bagi proyek-proyek kecerdasan buatan (AI).
Program percontohan sektoral telah diluncurkan di bidang-bidang prioritas, terutama kesehatan, energi, dan manufaktur cerdas.
Turki juga memutuskan untuk membentuk zona pengembangan AI di lingkungan kampus yang memiliki akses memadai terhadap energi dan infrastruktur.
Selain itu, pihak berwenang telah membentuk dana penelitian AI serta dana pengembangan untuk membiayai berbagai inisiatif dalam negeri.
Peta jalan ini mendorong para pengembang untuk menciptakan dan mengekspor model bahasa sektoral serta solusi robotika fisik buatan Turki.*




