Hidayatullah.com – Hari itu, Jumat, memasuki hari kedua pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Waktu telah menunjukkan lewat pukul 10 pagi. Lalu lintas di sepanjang Jalan KH Wahab Hasbullah masih tergolong lancar, meski peserta muktamar, penggembira, dan masyarakat terus beraktivitas di kawasan tersebut.
Matahari mulai terasa terik.
Di tengah cuaca panas itu, posko Muhammadiyah menjadi salah satu tempat yang banyak disinggahi. Lokasinya cukup luas dan teduh. Tersedia tempat untuk duduk maupun lesehan sehingga pengunjung dapat melepas lelah sebelum kembali mengikuti kegiatan.
Sebagian memilih duduk santai sambil menikmati bakso. Minuman dingin maupun hangat tersedia. Beberapa orang tampak berbincang-bincang sembari beristirahat. Ada pula yang datang khusus untuk memanfaatkan layanan kesehatan.
Kesibukan terlihat di antara para relawan.
Di bagian pelayanan kesehatan, para petugas bersiap menerima peserta yang ingin memeriksakan kondisi tubuhnya. Di bagian lain, relawan sibuk menyiapkan hidangan. Ada yang menyiapkan kuah, ada yang mengatur wadah-wadah untuk penyajian bakso, sementara lainnya melayani pengunjung yang terus berdatangan.
Beberapa personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) juga terlihat berada di lokasi.
Posko tersebut terbuka untuk siapa saja. Peserta muktamar maupun masyarakat yang kebetulan melintas dapat masuk, beristirahat, memeriksakan kesehatan, atau menikmati hidangan yang tersedia.

Layanan Kesehatan 24 Jam
Ima, perawat dari PKU Muhammadiyah Jombang yang bertugas sebagai relawan, mengatakan bahwa layanan kesehatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Muhammadiyah terhadap pelaksanaan Muktamar NU.
Menurut Ima, ada arahan dari tingkat pusat agar Muhammadiyah turut membantu kelancaran kegiatan yang diselenggarakan saudara-saudara mereka dari Nahdlatul Ulama.
“Pelayanan kesehatan ini diberikan selama 24 jam,” ujar Ima.
Layanan yang tersedia antara lain pemeriksaan kesehatan dan cek gula darah secara gratis. Tempat untuk beristirahat juga disediakan bagi peserta yang kondisi fisiknya membutuhkan pemulihan.
Ambulans turut disiagakan. Apabila terdapat peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, ambulans siap digunakan untuk membawa pasien menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Siang itu, layanan tersebut dimanfaatkan sejumlah peserta muktamar. Salah satunya seorang muktamirin asal Bandung yang datang untuk memeriksakan kesehatannya.
Di tengah cuaca yang semakin panas, tempat istirahat dan pelayanan kesehatan menjadi bagian yang banyak dimanfaatkan pengunjung. Ada yang sekadar melepas lelah, ada yang melakukan pemeriksaan, kemudian kembali melanjutkan aktivitas.

10 Ribu Porsi untuk Para Muktamirin
Tidak hanya layanan kesehatan, posko Muhammadiyah juga menyediakan konsumsi bagi peserta muktamar dan masyarakat yang melintas.
Bakso menjadi salah satu hidangan yang banyak menarik pengunjung.
Muhammad Zaki Dharmawan, salah seorang penanggung jawab program tersebut, mengatakan bahwa panitia menyiapkan 10 ribu porsi bakso selama kegiatan berlangsung.
Pada hari pertama, sekitar 4 ribu porsi telah dinikmati peserta muktamar dan masyarakat sekitar.
Menurut Zaki, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Mereka bukan hanya datang untuk menikmati makanan yang disediakan, tetapi juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan tempat beristirahat.
“Para muktamirin dan masyarakat sekitar cukup antusias datang ke posko. Ada yang check up kesehatan, ada juga yang menikmati hidangan yang kami sediakan,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan adanya ungkapan dari salah seorang pengunjung yang berkesan bagi para relawan.
“Terima kasih kepada saudara tua,” tutur Zaki, menirukan ucapan pengunjung tersebut.
Istilah “saudara tua” merujuk kepada Muhammadiyah yang berdiri lebih dahulu dibanding Nahdlatul Ulama. Muhammadiyah didirikan pada 1912, sedangkan Nahdlatul Ulama berdiri pada 1926.
Menurut Zaki, salah satu tujuan keberadaan posko tersebut adalah memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Tujuannya salah satunya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah,” katanya.
Pemandangan di posko siang itu memperlihatkan aktivitas tersebut. Para relawan melayani, sementara para muktamirin dan masyarakat datang silih berganti. Sebagian menikmati hidangan, sebagian memeriksakan kesehatan, dan sebagian lainnya memanfaatkan tempat yang teduh untuk duduk atau lesehan sambil berbincang.
Dukungan Serupa di Sidoarjo
Dukungan Muhammadiyah terhadap kegiatan besar Nahdlatul Ulama bukan kali pertama dilakukan.
Pada Resepsi Puncak 1 Abad NU di Sidoarjo, 7 Februari 2023, Muhammadiyah Sidoarjo juga mendirikan posko pelayanan bagi peserta yang datang dari berbagai daerah.
Posko tersebut dipusatkan di Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jalan Mojopahit 666, dan beroperasi sejak malam 6 Februari hingga 7 Februari 2023.
Fasilitas yang disediakan antara lain tempat istirahat untuk sekitar 2.000 orang, area parkir, ambulans beserta tim kesehatan, 9.000 botol air mineral, 2.000 nasi bungkus, 3.000 porsi bakso, kopi, teh, dan makanan ringan.
Lebih dari 90 personel dari berbagai unsur keluarga besar Muhammadiyah turut terlibat.
Ketika itu, Wakil Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo, Muhammad Faqihuddin, menyampaikan bahwa pembukaan posko tersebut bertujuan menjaga ukhuwah Islamiyah dan semangat fastabiqul khairat.*




