Hidayatullah.com – Sejumlah artis Portugal mengundurkan diri dari sebuah festival komedi di Lisbon yang menampilkan Jerry Seinfeld sebagai pengisi acara utama.
Aksi boikot ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Palestina sekaligus penolakan terhadap sikap Seinfeld yang mendukung ‘Israel’ dan genosida di Gaza.
Setidaknya enam penampil memutuskan batal hadir dalam beberapa hari terakhir di MEO Commedia a La Carte Fest, sebuah festival komedi internasional baru di ibu kota Portugal tersebut. Acara yang berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November ini sebelumnya telah mempromosikan penampilan langsung pertama Seinfeld di Portugal.
Meskipun tidak ada satu pun artis yang mundur menyebut nama Seinfeld secara eksplisit, beberapa di antaranya mengisyaratkan adanya boikot terkait pandangan pro-Israel sang komedian.
Komedian Yahudi tersebut telah menjadi salah satu pendukung ‘Israel’ paling vokal di Hollywood sejak dimulainya genosida Zionis di Gaza pada Oktober 2023.
Aktris sekaligus komedian Inês Aires Pereira mengumumkan melalui Instagram pada hari Sabtu bahwa “salah satu nama” yang tampil di festival tersebut “terus-menerus membela gagasan dan tindakan yang menurut saya tidak dapat dibenarkan,” seraya menambahkan, “Kita tidak bisa merelativisasi atau menormalisasi sebuah genosida.”
Duo komedi Cebola Mol mengunggah gambar mereka yang menampilkan buah semangka—simbol yang dikenal luas sebagai tanda solidaritas terhadap rakyat Palestina. “Kami akan merayakan keadilan, kebebasan, dan kegembiraan bersama Anda di kesempatan lain,” ujar mereka melalui Instagram.
Seruan Boikot Javier Bardem
Aktor asal Spanyol, Javier Bardem, juga menyerukan boikot terhadap Seinfeld melalui Instagram Story, dengan alasan yang sama, karena Seinfeld mendukung ‘Israel’.
Pihak festival mengumumkan pada hari Jumat bahwa penampilan grup Tributo Pop dan Conjunto Cuca Monga juga dibatalkan, namun tidak memberikan alasan spesifik. Dua penampil lainnya, komedian Pedro Tochas dan seniman visual Vhils, mengabarkan pembatalan penampilan mereka melalui Instagram tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Seinfeld telah menunjukkan keberpihakannya kepada Israel selama genosida yang sedang berlangsung di Gaza. Ia mengunjungi ‘Israel’ pada bulan Desember 2023. Sejak saat itu, ia menjadi sorotan karena serangkaian komentarnya yang meremehkan para pendukung Palestina.
Saat tampil di Duke University tahun lalu, Seinfeld membandingkan aktivis pro-Palestina dengan Ku Klux Klan, dengan mengatakan, “Klan sebenarnya sedikit lebih baik dalam hal ini karena mereka bisa berterus terang dan berkata, ‘Kami tidak suka orang kulit hitam, kami tidak suka orang Yahudi.’ Oke, itu jujur.”
Seinfeld juga mengunjungi ‘Israel’ pada tahun 2018 bersama keluarganya dan berpartisipasi dalam kegiatan di sebuah kamp rekreasi militer Zionis. Foto-foto yang beredar saat itu memperlihatkan Seinfeld dan anggota keluarganya memegang senjata otomatis serta mengikuti pelatihan dan simulasi ala militer.
Caliber 3, perusahaan ‘Israel’ yang mengelola tempat yang disebut surat kabar Israel Haaretz sebagai “kamp fantasi antiteror”, memamerkan kunjungan keluarga Seinfeld tersebut dalam sebuah unggahan Facebook.
“Akhirnya kami diizinkan untuk memberi tahu Anda!! Jerry Seinfeld yang legendaris dan keluarganya berada di Caliber 3 selama kunjungan mereka ke Israel pekan lalu; mereka datang kepada kami untuk latihan menembak serta menyaksikan demonstrasi pertempuran, Krav Maga [seni bela diri], anjing penyerang, dan banyak semangat Zionisme,” demikian bunyi unggahan tersebut—yang kini telah dihapus—menurut laporan Haaretz.
Menurut berbagai laporan, Seinfeld dan istrinya, Jessica, menyumbangkan dana sebesar 5.000 dolar AS pada tahun 2024 untuk mendukung aksi tandingan pro-Israel di University of California, Los Angeles (UCLA).
Seinfeld sebelumnya pernah mengunjungi ‘Israel’ dalam perjalanan pribadi. Menurut situs berita Israel Ynet, ia pernah menjadi sukarelawan di sebuah kibbutz saat masih remaja. Seniman hiburan tersebut mulai berkarier sebagai komedian setelah lulus SMA dan meraih ketenaran luar biasa berkat sitkom yang menggunakan namanya sendiri; acara tersebut tayang antara tahun 1989 hingga 1998 serta memiliki basis penggemar yang sangat besar dan setia.*




