Hidayatullah.com— Sedikitnya 21 orang tewas setelah sebuah mobil bermuatan bahan peledak menerobos masuk ke area sebuah masjid di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, saat shalat Jumat sedang dilakukan.
Ledakan di masjid yang terletak di dalam area kantor kepolisian di bagian barat laut Pakistan itu merenggut nyawa sedikitnya 21 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya, kata aparat berwenang.
Lima belas personel kepolisian dan seorang anak berusia 4 tahun termasuk korban jiwa dalam serangan itu.
Dalam serangan di kota Kohat itu terjadi pula baku tembak antara kelompok pelaku dan petugas kepolisian, lapor kantor berita Pakistan APP seperti dilansir BBC Jumat (18/9/2026).
Rekaman video yang diperoleh BBC Verify menunjukkan reruntuhan bangunan dan orang-orang melihat lokasi kejadian.Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa menuding sebuah faksi dari Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) sebagai pelaku serangan tersebut.
Sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menerobos pintu masuk masjid pada pukul 13:15 waktu setempat, kata Polisi. Saat itu shalat Jumat sedang dilakukan.
Sedikitnya 6 pelaku tewas dalam ledakan tersebut dan baku tembak yang terjadi menyusul kemudian, kata seorang juru bicara Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa.
Pihak kepolisian lewat akun X mengatakan bahwa mereka “bertekad untuk menggagalkan rencana jahat Fitna-al-Khawarij” – sebutan yang digunakan oleh para pejabat untuk menyebut TTP alias Taliban Pakistan.
Kelompok itu didirikan pada tahun 2007 dengan tujuan menerapkan hukum Islam versi keras dan mereka bersekutu dengan kelompok Al-Qaeda dan Taliban Afghanistan.*




