Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Flavanol pada Kakao Pulihkan Penurunan Memori Terkait Usia

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2014 10:03 10:03 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 Oktober 2014 10:03
Bagikan
Bagikan

BAHAN bioaktif yang ditemukan pada kakao (pohon coklat) dapat memulihkan dengan baik penurunan memori yang berkaitan dengan usia, kata para ilmuwan.

Senyawa, yang disebut flavanol, telah dimanfaatkan untuk minuman khusus coklat, kata penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Neuroscience, dikutip Daily News, Senin (27/10/2014).

Selama tiga bulan, 37 sukarelawan sehat berusia 50-69 setiap hari mengkonsumsi minuman yang mengandung dosis tinggi flavanol (900 miligram) atau dosis rendah, 10 miligram.

Para ilmuwan melakukan pencitraan otak, mengukur volume darah di bagian penting dari hippocampus yang disebut dentate gyrus, satu wilayah pembentukan memori yang kinerjanya biasanya menurun terkait dengan usia.

Mereka melakukan uji memori sebelum dan sesudah relawan mengkonsumsi minuman tersebut.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tes mensyaratkan 20 menit pengenalan pola latihan yang dirancang untuk menilai jenis memori yang dikendalikan oleh dentate gyrus.

Kelompok tinggi flavanol membentuk perbaikan memori utama dan peningkatan aliran darah ke dentate gyrus.

“Jika peserta memiliki memori khas usia 60 tahunan pada awal studi, setelah tiga bulan orang tersebut rata-rata memiliki memori khas usia 30 atau 40 tahunan,” kata Scott Small, profesor neurologi di Columbia University Medical Center di New York.

Tetapi lebih banyak penelitian –juga dalam kelompok besar– diperlukan untuk memverifikasi temuan awal ini, kata ia mengingatkan.

Flavanol saat ini telah menjadi perhatian besar. Para peneliti menaruh harapan terhadap bahan itu untuk mengatasi kehilangan memori yang berkaitan dengan usia –yang populasinya berkembang pesat di dunia– tanpa menggunakan obat-obatan.

Senyawa-senyawa berbagai jenis flavanol, dengan jumlahnya yang sangat bervariasi, juga terdapat pada anggur, blueberry, dan buah lainnya, serta di beberapa sayuran dan teh.

Dalam penelitian sebelumnya pada tikus, menunjukkan bahwa jenis flavanol yang terdapat pada kakao meningkatkan kinerja dentate gyrus.

“Dentate gyrus pada manusia dan tikus sangat mirip,” kata Small pada AFP.

“Penelitian kami menunjukkan, untuk pertama kalinya, flavanol meningkatkan fungsi dentate gyrus pada manusia, terutama saat penuaan manusia.”

Kemerosotan penuaan

Kehilangan memori –contohnya seperti lupa dengan nama kenalan baru atau lupa menaruh kacamata– normal terjadi ketika orang mencapai usia lima puluhan atau enam puluhan.

Kehilangan memori ini tidak berlaku untuk gangguan kehilangan memori yang disebabkan penyakit Alzheimer.

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat mulai memasarkan minuman kakao, yang juga didukung penelitian.

Perusahaan menggunakan proses eksklusif untuk mengekstrak flavanol dari biji kakao. Di bawah pengolahan konvensional, sebagian besar flavanol yang ada pada buah mentah menjadi hilang.

Small mengatakan, masih terlalu dini merekomendasikan diet flavanols, tapi “pasti saya tidak akan menyarankan orang untuk mengkonsumsi lebih banyak coklat.”

“Itu bisa menimbulkan kesalahan,” katanya.

“Persoalannya begini, jumlah flavanol yang ada dalam camilan coklat sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang sangat tinggi dari flavanol diekstraksi. Hal yang sama berlaku untuk sebagian besar makanan lainnya atau pada teh,” kata Small.

“Mudah-mudahan, di masa depan sumber makanan atau diet tertentu dapat diidentifikasi untuk mendapatkan jumlah yang sangat tinggi dari flavanol tertentu yang kami pelajari,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Palestina itu Urusan Akidah, Bukan Sekadar Urusan Kemanusiaan
Tulisan selanjutnya An-Nahda Ucapkan Selamat atas Kemenangan Partai Sekuler Nidaa’ Tunis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?