Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Di Saudi Perawat Katolik Roma itu Bersyahadat

Dija
Terakhir diupdate: 14 Januari 2012 16:05 4:05 pm
Dija
Dipublikasikan 14 Januari 2012 16:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hidayah Islam bisa datang dengan tiba-tiba, ataupun datang setelah melakukan pencarian yang panjang. Berangkat dari keraguan tentang ajaran agama yang dianutnya sejak kecil, Areej (Ella) Mora menuturkan kisahnya dalam mencari kebenaran yang berakhir pada Islam, di negeri tempat kelahiran Islam, Arab Saudi. Berikut kisahnya, yang kami sadur dari Saudi Gazzette (13/01/2012).

***

Saya dibesarkan dalam sebuah keluarga Kristen yang sangat konservatif, yang sangat ketat menjalankan nilai-nilai dasar dan prinsip kepercayaan Katolik Roma.

Ketika semakin dewasa secara fisik, mental dan spiritual, saya mulai mempertanyakan dasar kepercayaan dari agama itu, yang saya ikuti secara buta. Saya mempertanyakan tentang konsep ketuhanan Yesus, Perawan (Maria) sebagai ibu dari tuhan, trinitas, dosa asli dan warisan, pengorbanan darah, penyaliban dan banyak lagi.

Perjalanan spiritual membimbing saya menggali ajaran dari berbagai kelompok Kristen. Saya bahkan bergabung dengan kelompok bernama kristiani yang “dilahirkan Kembali” dan menghapal banyak ayat Bibel.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Namun, sejalan dengan pencarian akan ilmu dan kebenaran agama itu, saya semakin bingung, karena menemukan banyak kesalahan dan kontradiksi.

Saya kemudian bekerja di Arab Saudi dalam tiga periode waktu yang berbeda. Pertemuan saya dengan Islam dan Muslim terjadi saat saya datang ke Al Khobar untuk bekerja sebagai perawat.

Di sana, saya melihat begitu banyak wanita mengenakan kerudung dan penutup wajah. Ketika itu, pertama kali pula saya mendengar panggilan shalat, adzan.

Namun, perkenalan saya dengan Islam sebenarnya terjadi saat menjalani tugas kedua di sebuah rumah sakit anak-anak di Taif. Saat itu, saya diundang untuk hadir dalam kuliah tentang Islam, bertemu dan mendengarkan para pembicara yang berasal dari berbagai negara dan agama. Salah satu di antara pembicara adalah seorang mantan pendeta. Tiba-tiba, saya merasa banyak ajaran Islam yang sesuai dengan apa yang saya cari selama ini tentang agama.

Penerimaan saya atas ajaran agama Islam terjadai dalam masa tugas ketiga di Rumah Sakit Al Tagher Jeddah.

Di sana saya mendapatkan seorang teman satu kamar dari Pakistan. Ia memberi saya banyak buku tentang Islam. Saya belajar banyak tentang Islam melalui dirinya.

Suatu hari, lelah akibat pekerjaan dan masalah rumah tangga yang menumpuk, saya menyendiri di teras tempat tinggal kami. Saat saya menghirup udara segar, terdengar suara adzan ashar.

Panggilan shalat itu terdengar seperti alunan musik yang manis di telinga, sehingga saya dapat merasakan kenyamanan dan keteduhan di dalam hati.

Tanpa sadar, saya mengangkat kedua tangan dan berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan-Nya. Saya tidak tahu bahwa ketika itu saya menghadap kiblat.

Saya pejamkan mata, dan air mata pun berlinang dari keduanya. Saya merasa terangkat ke atas dan mendengar suara berkata, “hanya ada satu Tuhan.”

Malam itu, saya kembali menyaksikan teman sekamar melakukan shalat. Setelah ia menyelesaikannya, saya lalu berjalan mendekat dan berkata, “Saya ingin shalat bersamamu.”

Dia bertanya, apakah saya ingin menjadi seorang Muslim. Dan dengan segera saya menjawabnya, ya.

Saya memeluk Islam pada bulan Mei 2005 dan resmi mengucapkan dua kalimat syahadat pada April 2007. Saya melanjutkan pelajaran tentang Islam di Pusat Dakwah Jeddah.

Alhamdulillah, Allah membimbing saya kepada Islam. Tidak ada yang lain yang saya minta, dan semoga dengan izin Allah, Allah akan terus membimbing saya hingga ajal menjemput. Dan menjadikan saya sebagai alat untuk membawa keluarga dan orang-orang lain, yang menjadi abu, menemukan Islam.

Alhamdulillah, belum lama ini saya melaksanakan rukun Islam yang kelima. Saya sudah menunaikan ibadah haji.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Belanda Dukung Kerudung Ratu
Tulisan selanjutnya Pemerintah Militer Mesir akan ke Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?