Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Perkemahan Keluarga Para Syuhada

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2014 06:03 6:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2014 06:03
Bagikan
Bagikan

SORE itu, kukunjungi desa Ubin di pinggiran propinsi Idlib. Menemani tim medis memberikan pelayananan kesehatan untuk masyarakat. Salah satu tempat yang kami singgahi adalah perkemahan keluarga Syuhada ummahatul mukminin.

Sesuai namanya -keluarga syuhada-perkemahan ini ditempati oleh para janda dan anak yatim yang suami atau ayahnya telah gugur di medan pertempuran di Suriah.

Keluarga ini berasal dari provinsi yang berbeda-beda, seperti Lattakia, Idlib, Hama, Homs, bahkan dari Damaskus.

Sesampainya di perkemahan, tim medis segera menuju sebuah tenda dan melayani pasien. Sementara itu aku tetap tinggal di dalam mobil untuk tugas lain, menghibur anak-anak. Sebelumnya aku sudah berbekal ransel berisi biskuit coklat yang memang disiapkan untuk mereka. Ku ajak mereka membaca Al Quran.

” Surat apa yang akan kita baca?,” tanyaku.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Al Fiil, Al Kaafiruun, At Takatsur, Al Lahab..!!”, sahut mereka dengan tangkas.

Semua surat yang mereka pinta kami baca semua, dengan suara penuh semangat.

” Nah sekarang paman Abu Zubair (demikian ia memanggilku) minta kalian membacakan surat Adh Dhuha, bisa tidak?”, tantangku.
” Bisaaaaa…!”, tanggap mereka serentak. Lalu merekapun mulai membaca,” Wadh Dhuha, wal laili idza saja…”

Lepas itu mereka giliran memintaku,”Paman, bacakan untuk kami surat Al Fajr!” Aku mengangguk dan membacakan untuk mereka.

“ Ada yang bisa menyanyi?”, tanyaku.

Semua langsung terdiam dan tersenyum malu saling mendorong membuatku tertawa.

Akupun membuka suara,” An tudkhilani robbil jannah…!”

” Hadza ma aqsha atamanna…!” merekapun menyahut.

Kami bernyanyi bersama dengan gembira. Setelah membaca beberapa surat dari Al Quran dan menyenandungkan nasyid, kubagikan kue yang sudah dipersiapkan. Ketika hampir selesai, datang 3 gadis cilik menyeruak ke hadapanku.

“Ehh..kalian belum dapat kue ya?” sapaku.

Ketiganya saling lirik dan saling dorong pundak. Dan tertunduk tersipu malu saat kupandangi. “Ini kue untuk kalian!”, ujarku.

Belum sampai kue ke tangan mereka, salah satu dari mereka berkata, ” Tidak paman, kami sudah dapat.”

” Terus, apa yang bisa paman bantu, saudariku?”, tanyaku keheranan

” Emm..paman Abu zubair membawa mushaf Al Quran tidak?”, tanya mereka polos.

Aku sungguh terkejut dengan perkataan mereka. “Mushaf Al-Quran, untuk apa?,” tanyaku penasaran.

“Paman, kami ingin menghafal Al Quran tapi kami tidak punya mushaf,” ujar mereka menjelaskan.

“Kami ingin menghafal Al Quran tapi kami tidak mempunyai mushaf.”

Perkataan anak-anak syuhada ini memaksaku hampir menangis, menangisi kelemahanku dan menangisi kehebatan mereka.

” Maaf saudari-saudariku paman tidak membawa mushaf tapi paman janji insyaAllah nanti akan bawakan mushaf untuk kalian.”

“Benar ya paman, jangan sampai lupa!”, pinta mereka penuh harapan.

“InsyaAllah,” balasku.

AnakSuriah1

Hari semakin sore, aku dengan tim kembali ke markas dengan segala perasaan, tangis dan senyum.
Aku kembali mengunjungi tempat mereka seminggu berikutnya.

” Hore..hore..paman Abu Zubair datang!” mereka bersorak kegirangan.

Seperti sebelumnya, kami membaca Al Quran, menyenandungkan nasyid, dan membagikan kue.

Tiga orang gadis sebelumnya menemuiku menagih janji,” Paman, paman mana mushafnya?”

” Degg, Subhanallah!!” Aku lupa titipan mereka. “Waduh, afwan paman lupa,” sahutku penuh sesal.

” Yaahh..kok lupa?,” tanya mereka.

“Bagaimana ya, paman benar-benar lupa,” sesalku semakin bertambah.

Tersirat kekecewaan di wajah mereka. Aku merasa bersalah sekali.

“Maaf, sekali lagi paman minta maaf!”, sesalku memohon.

“Nggak apa-apa, tapi besok-besok jangan lupa lagi,” balas mereka.

Aku mengangguk mantap. Begitu pulang langsung kusiapkan beberapa mushaf dan ku masukkan kedalam tas, aku tidak ingin kecolongan lagi.

Di hari berikutnya aku berangkat ke perkemahan keluarga syuhada, kali ini hanya ditemani oleh Abu Aisyah, relawan MMS tanpa tim medis yang lain. Karena hari itu aku datang sengaja hanya untuk menyerahkan mushaf Al Quran dan kue tentunya. Betapa bahagia mereka saat mengambil mushaf yang aku bawa. Tapi, siapakah orang yang paling berbahagia waktu itu? Akulah orangnya.
Semoga Allah menjaga mereka, menjadikan dan memudahkan jalan mereka menjadi para penghafal Al Quran!*/Dikisahkan Abu Zubair, relawan MMS di Suriah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranhafalanmushafsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai
Tulisan selanjutnya PBB Kehabisan Uang untuk Memberi Makan Pengungsi Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?