Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Agar Cinta Bersemi Indah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2011 14:26 2:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2011 14:26
Bagikan
Bagikan

oleh: Mohammad Fauzil Adhim

APA yang paling banyak menyebakan konflik dalam rumah-tangga? Bukan persoalan-persoalan prinsip. Juga bukan masalah-masalah besar. Sebab semua itu biasanya sudah “selesai” ketika seseorang memutuskan menikah. Di luar soal niat, penyebab konflik rumah-tangga yang bahkan berakhir dengan perceraian, paling banyak justru komunikasi. Cara kita menyampaikan maksud, pikiran dan perasaan itulah yang kerap menjadi sebab bertikainya suami-isteri yang saling mencintai. Sekali lagi, komunikasi. Bukan perbedaan suku. Alhamdulillah, saya sendiri nikah beda suku. Saya orang Jawa dan istri saya orang Bugis yang besar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Beda jenjang pendidikan? Tak masalah.

Banyak pernikahan yang suami-isteri memiliki perbedaan jenjang pendidikan amat jauh, tetapi tetap bahagia tanpa masalah. Tentu saja tak ada pernikahan yang tak pernah diwarnai perselisihan, meskipun amat kecil. Tetapi persoalannya bukan apakah kita akan menghadapi riak-riak kecil, melainkan bagaimana menghadapinya agar tetap berada dalam kebaikan dan kebenaran. Bukan sekedar bahagia yang kita ingin. Ada barakah yang patut kita harapkan dan pinta kepada Allah ‘Azza wa Jalla seraya bersungguh-sungguh menempuh jalan menuju pernikahan penuh barakah. Kita menempuh jalan itu ketika mau memasuki pernikahan, saat mengawali hingga masa-masa berikutnya. Semoga kelak Allah Ta’ala masukkan kita ke dalam golongan yang diseru oleh para malaikat:

ادخلوا الجنة أنتم وأزواجكم تحبرون

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan.” (QS. Az-Zukhruf, 43: 70).

Secara ringkas, suami-isteri sepatutnya menghidupkan perkataan yang baik (qaulan ma’rufan) di antara mereka. Awal pernikahan merupakan masa yang sangat penting –sekaligus sensitif—bagi proses pembentukan pola komunikasi keluarga. Inilah masa-masa yang sangat menentukan. Jika suami-isteri memiliki pola komunikasi (communication pattern) yang baik, maka modal awal untuk menyelesaikan masalah jika sewaktu-waktu muncul, telah mereka miliki. Pola komunikasi yang baik ini penting untuk menghindari timbulnya gaya komunikasi memaksa (coercive communication), terlebih jika berkembang menjadi kebiasaan. Komunikasi memaksa cenderung mengakibatkan terjadinya kegagalan komunikasi (communication breakdown) dan merupakan penyebab umum perceraian. Na’udzubillahi min dzaalik.

Banyak hal-hal kecil yang besar sekali manfaatnya, besar pula pengaruhnya bagi kebahagiaan perkawinan. Mari kita ingat sejenak bagaimana Rasulullah saw. memberi contoh dalam perkara menjuluki istri. Rasulullah saw. memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan sebutan humaira’ (yang pipinya merah jambu) atau muwaffaqah (wanita yang diberi petunjuk) atau ‘Aisy atau pun ‘Aisyah. Inilah sebutan yang mesra saat memanggil. Tampaknya sepele, tetapi berawal dari sebutan yang mesra, tutur kata selanjutnya akan terasa lebih berharga. Sebaliknya, kita jumpai bagaimana Rasulullah saw. menegur seorang lelaki yang memanggil isterinya dengan sebutan ukhty (saudariku).

Rasulullah saw. pernah mendengar seseorang mengatakan kepada isterinya, “Ya Ukhtiy.” Rasulullah saw. lalu berkata, “Ukhtuka hiya? Saudaramukah dia?” (HR. Abu Dawud).

Ya, tampaknya sepele, tetapi besar maknanya.

Banyak hal lagi yang bisa kita reguk dari teladan serta petunjuk Rasulullah saw. dalam membangun rumah-tangga kita. Tetapi betapa sedikitnya kesempatan dan betapa sempitnya ruang untuk bertutur, selain keterbatasan ilmu dari saudaramu ini. Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk menegakkan qaulan ma’rufan di rumah kita. Selebihnya kita perlu berusaha dengan sungguh-sungguh agar dapat mempergauli isteri dengan makruf. Ingatlah firman Allah ‘Azza wa Jalla:

يا أيها الذين آمنوا لا يحل لكم أن ترثوا النساء كرها ولا تعضلوهن لتذهبوا ببعض ما آتيتموهن إلا أن يأتين بفاحشة مبينة وعاشروهن بالمعروف فإن كرهتموهن فعسى أن تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’, 4: 19).

Satu hal yang perlu kita ingat tatkala ingin menegakkan mu’asyarah bil ma’ruf (mempergauli secara makruf) bahwa kita menikah dengan orang yang pasti memiliki banyak perbedaan dengan kita. Jenis kelamin sudah jelas beda, orangtua juga pasti berbeda (sebab tidak halal menikahi saudara sekandung), masa kecil berbeda serta sejumlah perbedaan lain. Maka salah satu yang perlu kita tumbuhkan dalam diri kita adalah kesediaan untuk menenggang perbedaan dan tidak meributkannya sejauh bukan masalah yang prinsip. Inilah jalan untuk memetik kemesraan.

Tetapi ini tidak cukup. Sama sekali tidak cukup. Perhatikan olehmu bagaimana cara memperoleh rezeki. Segala usaha yang gigih untuk menumbuhkan kemesraan agar cinta bersemi indah, akan sia-sia jika rezeki kita tidak barakah. Wallahu a’lam bishawab.

Muhammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamid Karzai Gelar Loya Jirga
Tulisan selanjutnya Muslim Melayu Kehilangan Keterampilan untuk Kenali Peradabannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?