Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Tak Mau Mengemis, Gadis Berjilbab Ini Rela Mendorong Gerobak Sampah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Desember 2014 14:08 2:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Desember 2014 13:59
Bagikan
Kegiatan DPS sehari-hari (foto sengaja dari samping)
Bagikan

SEBELUMNYA saya memohon maaf jika tulisan ini tidak berkenan bagi banyak orang. Saya menulis kisahnya dengan niat semata-mata untuk kebaikan.

Panggil saja nama singkatnya DPS. Saya mengenalnya sejak masih Sekolah Menengah Pelajar (SMP). Selain tetangga, secara kebetulan, saya mengenal ayahnya, yang biasa menarik gerobak sampah di depan rumah.

Rupanya takdir menentukan lain. Allah Subhanahu Wata’ala memanggil sang ayah lebih awal, tepatnya tahun 2012 akibat ada kelainan tulang usai mengankat sampah.

Sepeninggal ayahnya, DPS tinggal bersama ibunya yang sudah tua, berusia 66 tahun dan saudaranya. Tepatnya di sebuah ruang berukuran kecil di sebuah gang yang sempit. Bahkan untuk menuju rumahnya harus berjalan miring saking sempitnya.

Beberapa hari lalu saya berkesempatan silaturohim ke rumahnya. Saya tak mampu menggambarkan keadaan rumahnya di tulisan sini. Namun yang membuat saya salut dan bangga pada DPS, raut wajahnya tak menampakkan kesedihan atau malu dalam mengarungi hidup yang (mungkin) berat baginya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Semenjak ditinggal sang ayah, DPS membantu sang ibu sebagai pendorong gerobak sampah mengganti pekerjaan ayahnya dulu.

Mereka berdua menarik gerobak sampah memulai dari pukul 04.00 pagi sehabis Subuh hingga jam 08-000 WIB.

“Pagi hari habis Subuh bantu ibu, setelah itu, sehabis sekolah siang hari langsung narik gerobak, “ ujar DPS.

“Makanya masih mengenakan seragam sekolah soalnya keburu telat, “ ujar DPS dengan lugu.

DPS mengaku terpaksa harus membantu ibunya yang sudah tua agar tak bekerja sendirian.

“Kadang saya bagian narik dan di atas mobil sampah. Sementara ibu bertugas melemparkan keranjang dari bawah, “ujarnya.

Bahkan untuk membantu sang ibu menarik gerobak sampah, DPS mamsih menggunakan seragam sekolah.

Menjadi penarik gerobak diusia remaja, bahkan di saat banyak temannya sedang bersenang-senang –apalagi menggunakan baju seragam sekolah– bukanlah pekerjaan ringan. DPS beberapa kali menjajdi cemoohan orang di jalanan.

Pernah ada remaja merendahkan dirinya karena menjadi penarik gerobak sampah berseragam. Namun baginya, pekerjaan memungut sampah meski bau menyengat tidaklah haram dan juga bukan sesuatu yang memalukan.

“Yo ben, aku ora mangan melu awakmu” (Tidak apa-apa mendorong gerobak sampah, toh saya tidak makan ikut kamu, red), demikian jawab DPS menghadapi cemoohan orang.

Menurut DPS, bekerja seberat apapun tetap harus dilakukan. Jika tidak bekerja, ia dan ibunya tak bisa makan dan menyambung hidup.

“Untuk bisa tetap hidup ya bekerja. Kalau malu tak bisa makan,” ujarnya.

Baginya, menjadi penarik gerobak sampah itu lebih mulia daripada harus mengemis atau mencuri.

Ingin Kuliah dan Belikan Ibu Rumah

Untuk pekerjaan menarik gerobak DPS dan ibunya harus menerima upah Rp. 950 ribu perbulan.

“Semua dimanfaatkan ibu untuk kebutuhan hidup, “ sambung DPS.

Untuk menambah penghasilan, ia terpaksa membantu jual rokok dengan upah lima ribu rupiah perhari.

“Ya tambahan lima ribu lumayan untuk jajan dan biaya sekolah,” ujarnya. Sekedar catatan, biaya sekolah DPS perbulan sekitar Rp. 250 ribu.

“Belum lagi jika ada tambahan-tambahan biaya untuk tes menjelang ujian, “ ujar siswa kelas III di SMA Islam 1 Surakarta Jalan Brigjen Sudiarto 151 Surakarta Salatiga ini.

Ia berharap suatu hari menemukan pekerjaan lebih baik agar ia bisa membeli rumah lebih layak dan memuliakan ibunya serta bisa berkesempatan melanjutkan studi yang lebih tinggi.

“Saya ingin kuliah lagi lebih tinggi. Ingin menjadi pengajar di PGTK di sekolah Islam,” ujar gadis yang rumahnya tidak jauh dengan rumah Ketua DPRD Surakarta ini.

Usai shalat Jum’at tak mampu untuk tak berdoa padanya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberi kebahagiaan, kelimpahan rizki dan keistiqomaahan dalam mengarungi hidup ini hingga khusnul khatimah.

Tak lupa saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman front Pembela Islam (FPI) Kota Surakarta yang sebelumnya telah ikut membantu meringankan bebannya. Semoga bernilai pahala dan menjadikan amal shaleh dan bermanfaat untuk DPS dan keluarganya.*/Kisah nyata ini diceritakan Awod Umar dan disempurnakan oleh redaksi hidayatullah.com. Kontak [email protected] atau hubungi redaksi

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:FPImengemisSampah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doktrin ‘Ishmah Para Imam Syi’ah
Tulisan selanjutnya Menterinya Hina Muslim, Modi Menolak Memecat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?