Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Muslim Cerdas Tidak Malas!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2011 09:55 9:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2011 09:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang yang beriman pasti sadar bahwa segala sesuatu tentang dirinya, apa yang ada pada dirinya dan darinya sesungguhnya dimiliki oleh Allah – Sang Pencipta Yang Memiliki segala sesuatu. Sehingga kesadaran tinggi itu mendorongnya untuk berbuat sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya.

Inilah yang dinamakan spirit Iman. Spirit yang memacu seseorang untuk tidak bermalas-malasan. Sebab, ia yakin segala aktifitasnya merupakan ’pembayaran hutang’ kepada Allah SWT atas apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada manusia. Belajar dan bekerja diniatkan semata-mata untuk memulyakan agama Allah dan merengkuh ridla-Nya.

Syed Naquib al-Attas berpandangan, manusia yang beriman tidak sekedar percaya bahwa Allah itu ada, tetapi kesadaran diri bahwa dia memiliki hutang yang diwujudkan dengan penyerahan diri (aslama). Mengamalkan agama pada hakikatnya membayar hutang. Diin – yang artinya agama berasal dari kata dayana yang artinya keberhutangan.

Maka, dalam Islam penyerahan itu tidak sekedar menyerahkan tanpa aturan. Konsep penyerahan diri barangkali umumnya dapat ditemukan di semua agama. Akan tetapi tidak semua agama menetapkan suatu penyerahan diri yang sesungghuhnya. Ini berarti, memaknai al-Islam hanya ”penyerahan diri kepada Yang Maha Kuasa” adalah tidak betul. Ini tidak cukup.

Yang berbeda dengan agama lain, penyerahan diri menurut konsep Islam adalah penyerahan yang tulus dan menyeluruh menurut kehendak Allah dijalankan dengan sepenuh hati dengan ketaatan secara mutlak terhadap hukum yang diwahyukan oleh-Nya. Jadi syarat penyerahan diri itu adalah; kaffah tidak parsial, sesuai kehendak Allah bukan kehendak manusia, taat pada hukum sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an. Selain syarat ini, bukan konsep penyerahan diri secara Islam.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Islam sebagai satu-satunya agama berkonsep Diin mengikuti pola atau bentuk yang menjadi acuan Allah SWT dalam memerintah yang merupakan peniruan dari sistem kosmik yang diwujudkan dalam kehidupan di dunia sebagai sistem sosial, budaya, politik dan elemen-eleman lainnya secara menyeruluh.

Inilah cara ’membayar hutang’. Ada mekanismenya. Mekanisme itu telah terlengkapi dengan acuan-acuan yang mengarahkan manusia menjadi manusia agung dan bebas. Bebas dari belenggu penjara nafsu. Makanya, kita mesti menyadari secara mutlak, bahwa kita tak memiliki apaun untuk membayar hutang kecuali dengan mekanisme yang telah diatur itu. Dengan pemahaman mendalam inilah, seorang muslim akan menjadi cerdas. Ia tidak beraktifitas kecuali aktifitasnya bernilai ibadah.

Bagi seorang pelajar, ini akan memacu untuk sungguh-sungguh belajar. Bagi karyawan, semangatnya bekerja tidak lain demi menambah pundi-pundi pahala. Bagi politikus, aktifitas politiknya semata demi untuk kemaslahatan umat dan agama. Tidak ada tendesi yang lain kecuali semuanya demi ’membayar hutang’.

Maka di sinilah, seorang muslim dididik untuk menjadi kuat, bersemangat dan tidak malas. Kelemahan dibenci oleh Rasulullah SAW. Sebab kelemahan muslim adalah faktor keruntuhan agama. Kelemahan seorang pelajar, adalah tanda kemerosotan ilmu. Kemerosotan ilmu juga memperlemah pondasi agama.

Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh, tetapi kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap ‘cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung.” (HR Abu Dawud). * Kholili Hasib/Hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AMM Kauman Gelar “Anak Sholeh Anti Kebohongan”
Tulisan selanjutnya PBB: Evaluasi SKB Jangan Sampai Rugikan ‘Pemeluk Agama Asli’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?