Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Penat Bukan Alasan Bagi Wanita?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Februari 2012 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2012 08:54
Bagikan
Bagikan

SAYA harus bersyukur sebanyak-banyaknya ke hadrat Ilahi, atas kurnia ilmu-Nya pagi ini. Hari Sabtu-Ahad, seperti biasa, seolah-olah ada ‘neuron sabtu’ perlahan-lahan menyusup menguasai minda, bahawa oleh kerana hari ini cuti, silalah merasa letih lesu. Ya, ‘penyakit’ sebahagian orang bekerja, bila cuti bermula, walaupun hanya hujung minggu, badan terasa sangat penat.

Penat berlaku apabila tenaga telah digunakan dengan banyak. Ia tidak hanya terasa di tubuh badan tetapi juga di fikiran. Termasuk di sini, penat hati dan perasaan. Apabila empat elemen penat ini tergabung, apa yang terhasil adalah lemah longlai tiada maya. Seakan-akan dunia tempatnya berpijak sangat sempit, seolah-olah hanya dia saja yang hidupnya dikelilingi kesibukan dan masalah di atas muka bumi ini. Terlintas pula di benak yang sedia penat itu, “Akulah insan malang.”

Anehnya, seperti penyakit menular yang menimpa para ibu saja. Mungkin ada lelaki merasakan hal sama, namun saya percaya, mungkin sangat sedikit. Wajib kita maklumi, kesibukan para ibu sebenarnya melebihi kesibukan orang-orang lelaki walaupun tanggungjawab lelaki lebih besar.

Bayangkan, seorang ibu, bangun awal pagi (sebahagian besar dinihari), menyediakan sarapan dan bekal untuk anak-anak tersayang, ditambah tugas memikirkan menu makan tengah hari, petang dan malam. Dilanjutkan dengan tugas harian, mengurus dan mengasuh anak, kerja-kerja rumah, tugas-tugas sosial (sebagai anggota masyarakat), menjadi tukang kebun dan seribu tugas-tugas lain. Begitu hebat kesibukannya, sehingga bila haus dahaga, harus ibu itu sendiri yang menyediakan.

Bertambah-tambahlah sibuknya bila ibu itu juga bekerja di luar rumah. Berganda-ganda bila dia merupakan ibu tunggal. Bukan kesibukan isu utama di sini. Penat. Letih. Keadaan yang bila tidak diperhatikan, akan menyebabkan hadirnya tekanan perasaan.
Tidak heran bila banyak ibu-ibu yang tertekan dan antara gejala tekanan adalah murung yang dapat menyebabkan kegalauan.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Para ibu galau? Ya, tak salah lagi. Merekalah kelompok yang paling mudah dikalahkan galau. Galau terhasil dari berbagai penyebab; bimbang, risau, khuatir, gelisah dan mengakibatkan penat hati dan perasaan.

Kembali kepada topik asal, penat bukan satu kondisi yang tercela, sebaliknya dalam hal-hal tertentu, ia merupakan hal yang terpuji. Ustadz Muhammad Arifin Ilham dalam sebuah tulisannya mengatakan, di antara jenis penat yang mengandungi berkat, ialah, mencari rezeki yang halal, mengandung/melahirkan/mengurus anak-anak dan keluarga serta sabar dalam menghadapi sakit, cacat, kemiskinan dan musibah.
Termasuk di dalamnya, menjaga orangtua di usia lanjut mereka.

Rasanya mustahil untuk meniadakan rasa penat, namun ada banyak cara untuk mengurangi dan menikmatinya. Di antaranya:

1. Dahulukan pekerjaan yang paling utama dan urgent.
2. Melakukan kerja sedikit demi sedikit adalah jauh lebih baik daripada menangguhkan semata-mata untuk menyelesaikannya sekaligus.
3. Berhenti bekerja untuk berehat sekadarnya (minum segelas air atau baca satu halaman al-quran atau membaca satu atau dua tulisan) dan melanjutkan lagi dengan perasaan lapang.
4. Tidak memikirkan tugas lain sewaktu melaksanakan setiap tugas. Oleh karena itu, menulis/menyenaraikan adalah pilihan yang baik untuk mengelakkan ‘penat fikiran’.
5. Menyelesaikan semua urusan yang melibatkan orang lain secara dewasa dan bijaksana, berpandukan bimbingan Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya, baik dengan lisan mahupun dengan tulisan. Kalau perlu, dengan diam (mengembalikan urusan manusia kepada pemilikNya), supaya tidak terkena ‘penat perasaan’.
6. Sentiasa mengingati Allah Subhanahu Wata’ala sehingga selalu merasa tenteram dan selamat daripada ‘penat hati’.
7. Menjaga lisan agar tidak sering mengucapkan ‘penat’. Penelitian mengatakan, hika kata ini sering diucapkan mampu mempengaruhi otak yang kemudian akan menghantar pesan kepada badan dan membuat tuan punya badan benar-benar merasakan penat. Dan dalam banyak kisah, kita akhirnya, merasa benar-benar sangat penat.
8. Libatkan semua anggota keluarga dalam membereskan kerja-kerja rumah tanpa mengambil kira jender dan jadikan ia aktivitas yang menggembirakan (putarkan tilawah al-quran atau nasyid, makan di luar setelah selesai kerja, berikan penghargaan yang sepatutnya).

Semua orang merasakan penat. Hanya cara menangani rasa itu yang berbeza. Tetapi apakah penat boleh dijadikan penyebab tidak terlaksananya satu-satu tugas? Atau jangan-jangan ia cuma alasan semata?

Jawabannya ada di hati.

Tepuk dada, tanyalah iman.

Sebagai Muslim, ayat ke tujuh di dalam surah Al-Insyirah seharusnya dijadikan panduan;

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

“Maka, jika engkau telah selesai dari sesuatu urusan, maka kerjakan dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.”

Kepada para lelaki (anak, saudara, ayah, suami), tiada salahnya sesekali membancuhkan minuman untuk istri di rumah. Secangkir yang Anda hulur, semangkuk penatnya akan pula sirna. Seperiuk kasihnya tumpah.

Apa pula ilmu yang saya dapat hari ini?

Satu pengalaman; ketawakan galau, hati lega, penat tak terasa. Tangisi galau, kan terasa kebodohan kita, penat berganti semangat ceria.*/Paridah Abas,11 Rabi’ul Awwal 1433H/ 4 Februari 2012

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Resah Serangan Mentarget Yahudi di Amerika
Tulisan selanjutnya Pipa Gas Mesir Menuju Zionis Meledak Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?