Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dulu Benci Islam, Kini Ribuan Warga Jerman Syahadat Atas Bimbingannya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2014 13:21 1:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2014 11:13
Bagikan
Pierre Vogel
Bagikan

PAGI itu cuaca di Madinah masih terasa dingin. Seperti biasa pagi di Masjid Nabawi selalu disambut oleh ratusan merpati yang menanti bulir-bulir gandum dari jamaah umrah.

Pagi itu saya mencari hotel tempat Muhammad Hasbi Farouqi menginap. Hasbi adalah sahabat saya yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jerman.

Alhamdulillah, tak beberapa meter dari Masjid Nabawi, saya menemukannya. Hari itum dia ditemani beberapa kawanya berkebangsaan Jerman. Mereka semua menyapa kami dengan hangat dan bersahabat.

“Marhaban ya akhi, kaifa haaluk?” Sapanya dengan senyum yang khas.

“Bagaimana kabar dakwah di Jerman?” tanya saya spontan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujarnya dengan senyuman.

Perbincangan kami lanjutkan dengan sarapan pagi menuju hotel. Di hotel dia banyak cerita soal dakwah di Jerman.

“Dakwah di Eropa tidak mudah. Di sana masyarakatnya kritis, namun sekali engkau mematahkan argumen mereka, maka mereka akan mengikutimu,” ujar Hasbi.

Selama beberapa hari di Madinah saya menyempatkan waktu untuk bincang-bincang ringan bersamanya, sekaligus menambah pengalaman. Apalagi ia dikenal pribadi yang sangat ramah dan humoris, semuanya menyenangkan.

Kedatangan Hasbi ditemani Pierre Vogel. Pria kelahir 20 Juli 1978 di Frechen ini adalah mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Namun perubahan hidupnya terjadi ketika tahun 2001, saat Vogel menyatakan memeluk Islam. Ia kemudian terlibat dalam kursus-kursus studi Islam di Jerman hingga berkesempatan belajar di Madina.

Kini,  mantan penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam ini telah berganti nama menjadi Abu Hamzah dan dikenal sebagai pendakwah.

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, keseriusannya dalam berdakwah banyak menjadikan  masyarakat Jerman mendapat hidayah melalui perantaranya.

Satu hal yang saya kagumi darinya, yaitu kesungguhan nya dalam mempelajari Islam. Ia bahkan menguasai bahasa Arab dengan baik. Kemanapun pergi, ia selalu mendengarkan kajian melalui iPod miliknya. Akhlaknya juga sangat mencerminkan kemuslimannya.

Ia bercerita, suatu hari di tahun 2011 saat sedang mempresentasikan Islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan menganut agama Kristiani dan Komunis, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak “Islam? ajaran teroris apakah masih laku?”

Vogel pun dengan tersenyum dan memanggil orang itu untuk naik ke atas mimbar. Di hadapan ribuan pengunjung saat itu ia berkata dengan kalimat-kalimat yang membuat orang terperangah.

“Perang Dunia Pertama 17 juta orang tewas, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Perang Dunia Kedua 50-55 juta tewas, apakah juga disebabkan oleh perbuatan orang Islam?

Di Nagasaki bom atom menewaskan lebih dari 200 ribu orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Perang di Vietnam telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, apakah pelakunya Muslim?

Perang di Bosnia / Kosovo yang menewaskan lebih dari 500 ribu tewas, apakah pelakunya Muslim?

Perang di Iraq (sejauh ini) telah menelan korban 1,2 juta orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

Apakah Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah, apakah Islam Teroris?”, begitu kalimatnya kala itu.
Siapa mau menjawab? tantang Vogel.

“Seharusnya kalian berfikir, kenapa Islam difitnah? Itu tandanya ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya. Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?” tambah pria yang menikahi Muslimah asal Maroko ini.

Lalu ia mengutip ayat Al-Quran dan hadits nabi.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Qur’an Surat Al Baqarah:11)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa pun yang mengajarkan seseorang pada kebaikan, maka dia akan meraih pahala yang sama dengan pelaku kebaikan tersebut).” [HR Sahih Muslim]

Alhamdulillah, setelah kejadian tersebut ratusan hadirin telah mengucapkan syahadat, diikuti dengan pekikan takbir yang menggema.
Hingga kini ribuan warga Jerman telah masuk Islam di bawah bimbingannya. Semoga Allah senantiasa menjaganya.*/Diceritakan Aan Chandra Thalib dari komunitas Kota Nabi

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermanmasuk islamMuallafMuslimsyahadat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tolak Kebudayaan Barat, Kota Wenzhou Larang Sekolah Gelar Acara Natal
Tulisan selanjutnya Malam Natal Erdogan Kirim Ucapan Selamat Tertulis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?