Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sempat Dimurtadkan, Ratusan Warga Sentul Kembali Disyahadatkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Desember 2014 13:41 1:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Desember 2014 13:41
Bagikan
KH Mukhtar Kusumaatmaja, pengasuh Pondok Pesantren Fajrul Salam
Bagikan

Hidayatullah.com–Upaya pemurtadan berkedok wisata gratis ke Monas, Jakarta terhadap warga Sentul Bogor, Jawa Barat sebetulnya sudah terendus beberapa hari sebelum kejadian.

Hal ini dikatakan KH Mukhtar Kusumaatmaja, pengasuh Pondok Pesantren Fajrul Salam ketika ditemui hidayatullah.com, Senin (29/12/2014) siang di Sentul City.

“Beberapa hari sebelum hari kejadian, kami sudah curiga dengan acara wisata gratis ke Monas itu. Hal-hal yang gratis itu pasti ada sesuatunya. Kami curiga itu. Acara ini dibiayai oleh seorang pengusaha yang tinggal di sini,” kata Kiai Mukhtar.

Lalu kemudian pihak Ponpes Fajrul dan beberapa tokoh Islam setempat mendatangi satu persatu warga yang telah mendaftar ikut. Jumlah warga yang ikut terdaftar sekitar 600 orang.

“Kami meminta warga agar membatalkan ikut ke Monas. Kami jelaskan bahwa acara itu dicurigai sebagai pemurtadan terselubung. Panitia menyiapkan 10 bus besar. Namun, ada dua bus yang kosong. Karena beberapa warga yang kami datangi memutuskan untuk tidak ikut,” jelas Kiai Mukhtar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Untuk memastikan apa yang terjadi di Monas, lalu tokoh Islam Sentul mengutus orang untuk memata-matai acara wisata gratis warga Sentul itu.

“Dan benar saja, dari informasi orang yang kami utus ternyata di Monas adalah acara kebaktian. Bahkan warga disemprot air yang kami yakini itu air baptis. Kami ada bukti-buktinya,” kata Kiai Mukhtar.

Mendapat informasi itu, ulama setempat lalu bertindak cepat. Pimpinan Ponpes Fajrul Salam lalu menunggu kepulangan bus rombongan warga Sentul dari Monas.

“Kami tunggu mereka di tempat mereka berangkat pagi hari ke Monas. Mereka pulang dari Monas sekitar jam 13,” ujar Kiai Mukhtar.

Satu per satu bus rombongan warga pun datang. “Kami lalu naik bus rombongan warga itu sebelum mereka turun. Di dalam bus itu kami menjelaskan tentang acara di Monas yang ternyata pemurtadan. Setelah kami jelaskan warga terperangah. Karena memang banyak warga yang tidak menyadari bahwa mereka telah dimurtadkan. Akhirnya di dalam bus itu kami mensyahadatkan kembali mereka,” kata Kiai Mukhtar.

Sayangnya menurut Kiai Mukhtar, kasus terkait dugaan pemurtadan warga Sentul Bogor, Jawa Barat ini juga belum ditindaklanjuti oleh Polres Bogor. [Baca: Proses Hukum Kasus Pemurtadan Warga Sentul Tertahan di Polres].*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BogorkristenisasipemurtadanSentululama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jemput ‘Hidayah’ dan Hijrah Dengan Berhijab
Tulisan selanjutnya Gugatan UU Ormas Dikabulkan MK, Ahok Tidak Bisa Bubarkan FPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?