Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri UE Turki: Islam Realita Bagi Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2013 20:41 8:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2013 20:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Islam merupakan sebuah realita bagi Uni Eropa dan orang Eropa tidak mungkin berpaling seakan tidak melihat realita itu. Demikian dikatakan Egemen Bagis, menteri urusan Uni Eropa Turki, Selasa (2/4/2013) dilansir Hurriyet Daily.

“Islamophobia yang lebih terlihat nyata di Prancis dan seluruh Eropa, bukannya Islam,” kata Bagis, mengomentari pernyataan politisi sayap kanan-jauh Prancis yang anti-Islam Marine Le Pen.

Belum lama ini Marine Le Pen mengatakan bahwa Islam sekarang “semakin kelihatan” di Prancis dibanding sebelumnya.

“Kita tahu pernyataan-pernyataan Nona Le Pen mengenai Turki dan nilai-nilai kita, tetapi kita tidak terlalu mempedulikannya,” kata Bagis.

“Sekitar 11 persen populasi Prancis adalah Muslim. Dan di negara-negara anggota Uni Eropa secara keseluruhan, populasi Muslim mencapai 8 sampai 9 persen. Angka ini akan naik menjadi 15 persen pada tahun 2030 di seluruh Eropa. Seperti kata salah seorang mantan presiden Jerman, Islam adalah sebuah realita di Uni Eropa. Mereka tidak mungkin berpaling dengan mengubur kepala dalam pasir [pura-pura tidak tahu-red],” kata Burgis dikutip kantor berita Anatolia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengakuan Wulff atas Islam

Le Pen dalam wawancara belum lama ini mengatakan bahwa dirinya tidak punya masalah dengan Turki, namun yang menjadi masalah utama bagi Prancis adalah “visibilitas” Islam. Wanita itu juga mengatakan dirinya menentang keanggotaan Turki dalam Uni Eropa dan mengaku tidak mengerti mengapa Turki berusaha menjadi anggota uni tersebut, sementara negara-negara lain ingin keluar. Meskipun demikian, dia mengakui bahwa Uni Eropa tidak bersikap adil terhadap Ankara.

Mantan presiden Jerman Christian Wulff pada tahun 2010 pernah mengatakan bahwa Islam, seperti halnya Kristen, merupakan bagian dari Jerman. Pernyataannya itu kontan menyulut kontroversi di Jerman.

Dalam perdebatan mengenai apakah Islam merupakan bagian dari Jerman, Presiden Joachim Gauck –pengganti Wulff– mengaku tidak mendukung pernyataan pendahulunya itu. Meskipun demikian, kepada majalah Jerman Die Zeit, Gauck menyatakan dirinya menghormati pendirian Wulff.

“Kenyataannya terdapat Muslim yang tinggal di negeri ini. Apa yang ingin saya katakan adalah: Muslim yang tinggal di sini bagian dari Jerman,” kata Gauck.

Menurut Menteri Urusan Uni Eropa Turki Egemen Bagis, “Akan lebih bermanfaat jika mereka berusaha untuk memahami pesan sesungguhnya dari Islam, yaitu perdamaian, persaudaraan dan simpati. Krisis yang sedang dialami Eropa menunjukkan bahwa mereka tidak berada di jalur yang benar.”

“Nona Le Pen tidak perlu berusaha untuk mengeksploitasi, justru dia seharusnya berkomunikasi dengan publik Prancis. Mereka seharusnya mengerti bahwa bermain politik dengan Turki tidak mempan lagi,” imbuh Bargis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Iran Mengaku Latih Sniper Pasukan Assad
Tulisan selanjutnya Baru Mengeja Huruf, Sudah Hafal Empat Juz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Berita
9 Juni 2026 05:00
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?