Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sahabat Al Aqsha Gelar Bedah Buku “Catatan Harian Para Tawanan Palestina“

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Maret 2015 08:55 8:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Maret 2015 08:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Sahabat Al Aqhsa bekerja sama dengan Penerbit Pro-U Media menggelar bedah buku “The Prisoners Dairys” atau yang telah diterjemahkan dalam buku “Catatan-Catatan Harian Para Tawanan” di Panggung Anggrek IBF DKI Jakarta 2015, Sabtu (28/02/2015).

Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yang merupakan relawan Sahabat Al-Aqsha yang dulu pernah berhadapan langsung dengan para penjajah tentara Israel saat peristiwa penyerangan Kapal Mavi Marmara (31/05/2010), yaitu Dzikrullah dan Santi W Soekanto.

“Hasil penjualan dari buku 100% akan digunakan untuk membantu saudara muslim di Palestina,” kata Muhammad Fanni selaku pembacawa acara yang juga Ketua Umum Sahabat al-Aqsha Indonesia.

Sementara menurut Dzikrullah buku tipis dengan tebal 127 halaman isinya luar biasa. Di dalam buku ini, kata Dzikrullah berisi surat-surat yang dislundupkan, catatan-catatan harian serta wawancara khusus warga Palestina yang pernah ditawan oleh tentara Israel.

“Israel merupakan negara palsu yang didirikan di atas wilayah negara lain yaitu Palestina,” kata Dzikrullah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dzikrullah menuturkan karena hanya untuk mempertahankan keberadaan, penjajah-Israel harus melakukan berbagi jenis terorisasi, pengusiran, pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan-penyiksaan serta penangkapan-penangkapan warga muslim yang ada di Palestina.

“Hal itu berlangsung bukan hanya seminggu dua minggu atau sebulan dua bulan tetapi sudah berlangsung selama 67 tahun,” ujar Dzikrullah.

Dzikrullah menyampaikan Palestina merupakan salah satu bagian Negeri Syam (terdiri dari Libanon, Yordan, Suriah dan Palestina.red).

Pada 1946, kata Dzikru, terjadi gerakan terorisme luar biasa di Palestina, tanah-tanah umat Islam dirampas, masyarakatnya diusir serta desa maupun kota kaum muslimin diratakan dengan tanah.

“Tercatat 400 lebih desa dan kota yang diratakan dengan tanah oleh penjajah Israel,” tegas Dzikrullah.

Padahal sebelumnya,  orang Yahudi selama berabad-abad lamanya telah tinggal dan bertetangga bersama umat muslimin di Palestina dengan aman, damai dan tenang.

Tetapi,  menjelang berakhirnya perang dunia kedua dan ditandai dengan jatuhnya bom tepat di Hiroshima Nagasaki, Jepang serta jatuhnya kekuasaan Adoft Hitler di Jerman 1948. Maka kemudian orang Yahudi diberbagai negera di Eropa diberi tanah untuk membentuk sebuah negara.

“Membentuk negara tetapi di atas tanah orang lain namanya Palestina,” tegas Dzikrullah.

Dzikrullah menuturkan itulah yang kemudian menjadi awal terjadi teror penjajahan Israel di tanah Palestina yang sampai saat ini masih saja terus berlangsung. Sejak 1946 Palestina berubah dari sepenuhnya dikuasai oleh kaum Muslimin tetapi tinggal separuh dan sekarang sedikit demi sedikit diambil alih oleh Israel.

Sebelum Israel Menjajah Palestina

Awalnya, kata Dzikrullah, dulu orang-orang Yahudi ada yang membeli dan menyewa tanah kaum muslimin di Palestina, tetapi begitu orang-orang Yahudi digerakkan oleh Zionisme Internasional yang didirikan oleh seorang mantan waratwan bernama Theodor Hazel, pada akhir abad ke-19 gerakan itu pelan-pelan berubah yang dari awalnya gerakan thosial menjadi gerakan politik kemudian militer yang sepenuhnya didukung oleh Amerika Serikat, Prancis dan Inggris.

“Jadi jangan pernah bangga pada tiga negara itu. Kelihatannya negara itu hebat tetapi sebenarnya negara yang mendukung penjajahan atas Palestina dan Masjidil Aqsha,” tegas Dzikrullah.

Selama 67 tahun terakhir, saudara muslimin Palestina telah mengalami berbagai kejahatan dari penjajah Israel, di antaranya adalah setiap hari ada puluhan bahkan ratusan warga muslimin Palestina yang disekap dan diipenjarakan kemudian disiksa di dalamnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaisraelpalestinayahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LPWI: Penanggalan Hijriyah Umat Islam Bersifat Sempurna Dan Global
Tulisan selanjutnya Pemkot Tangerang Musnahkan Ribuan Botol Miras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?