Hidayatullah.com—Pihak berwenang di Chad menutup semua sekolah dan universitas menyusul unjuk rasa yang berujung pada kematian, karena protes warga atas kewajiban mengenakan helm bagi pengendara motor.
Sedikitnya tiga orang tewas dalam kerusuhan selama beberapa hari, akibat aksi protes yang dipelopori para pelajar itu.
Sepeda motor adalah jenis alat transportasi yang populer di Chad. Sepeda motor kerap dijadikan taksi di negara Afrika tersebut.
Banyak orang menentang peraturan baru yang mengharuskan pengendara motor mengenakan helm pelindung kepala. Mereka beralasan harga helm di pasaran terlalu mahal dan lagipula iklim di negara itu terlalu panas, sehingga akan menyiksa pemakainya.
Harga helm di Chad melonjak tiga kali lipat setelah pemerintah menerapkan peraturan baru itu awal bulan ini, lansir BBC Senin (10/3/2015).*