Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Jokowi Mengambil Inspirasi Ali Sadikin: Apanya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2012 14:02 2:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Oktober 2012 14:02
Bagikan
Bagikan

Oleh: Nuim Hidayat

BANYAK orang mungkin tidak mengetahui bahwa Ali Sadikin adalah gubernur DKI Jakarta yang kontroversial. Dia lah yang pertama kali mencanangkan tempat prostitusi Kramat Tunggak dan melegalkan judi di Jakarta. Saat menjadi gubernur (1966-1977) banyak fihak –terutama alim ulama dan tokoh-tokoh Islam- yang terus menerus memprotesnya. Tapi Ali Sadikin memang menggunakan aksi kepala batu. Itu, diakuinya sendiri bahkan ia terus merealisasikan idenya yang ‘kotor’ itu.

Dalam wawancara dengan Majalah Tempo, 21-27 Maret 2005, Ali Sadikin terang-terangan menyatakan : “Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka.” Dalam wawancara itu ia juga menyatakan: “Saya ingin bersikap realistis dan tidak munafik. Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), saya melegalkan judi karena pemda tak punya anggaran cukup. Padahal saat itu butuh banyak uang untuk membangun sekolah, puskesmas, dan jalan. Alim ulama semua meributkan, tapi saya bilang ke mereka, kalau mengharamkan judi, mereka harus punya helikopter. Soalnya, jalan-jalan saya bangun dari uang judi. Jadi, jalan di Jakarta juga haram.”

Ia juga menyatakan: “Ya! Saya tahu judi itu haram. Tapi kita harus memikirkan masyarakat kecil. Demi judi, saya rela masuk neraka. Tapi saya yakin Allah mengerti apa yang saya perbuat. Saya jengkel dengan orang-orang yang mengaku Islam itu. Mereka merasa dirinya malaikat. Mereka masih berpikir seperti abad ke-15.”

Menurutnya bila Gubernur DKI (2005) mau melegalkan judi maka akan mendapatkan dana yang besar. Kata Ali Sadikin: “Kalau judi di Jakarta legal, Pemda DKI Jakarta bisa mendapat uang sekitar Rp 15 triliun per tahun. Itu jumlah yang besar. Bisa untuk membangun macam-macam. Untuk melanjutkan Proyek Banjir Kanal Timur, mendalamkan sungai, membuat rumah susun, membangun jalan-jalan. Proyek-proyek itu tak bisa ditunda lagi. Padahal pemerintah tak punya uang untuk menjalankannya.”

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Ia juga mengaku terus terang, dialah yang membuat lokalisasi pelacuran di Kramat Tunggak (sebelum akhirnya Gubernur Sutiyoso merubuhkannya dan menggantinya dengan Jakarta Islamic Center).

“Ya. Saya yang membuat lokalisasi di Kramat Tunggak. Soalnya, ketika itu banyak berkeliaran “becak komplet” yang isinya wanita tunasusila. Daripada berkeliaran di jalan, lebih baik dibuat lokalisasi khusus. Sekarang juga banyak ABG di mal-mal yang menjadi wanita tunasusila. Mengapa tidak kita lokalisasi saja? Itu lebih baik. Saya heran Pemda DKI dan DPRD menutup Kramat Tunggak. Saya sudah bilang ke Sutiyoso, “Memang nanti Sutiyoso masuk surga. Kalau saya, sih, akan masuk neraka,” kata Ali Sadikin.

Tokoh Masyumi yang ‘sezaman’ dengan Ali Sadikin, Mohammad Roem dalam catatannya di “Bunga Rampai Sejarah”, juga mengritik sikap Gubernur yang urakan ini.

Menurutnya, Ali Sadikin juga pernah menyatakan:

“Sembahyang 1000 kali tidak dapat menghasilkan uang satu juta rupiah.” Waktu memberikan sambutan di Panti Asuhan di wilayah Lenteng Agung (1973), menurut Roem, Ali Sadikin menyatakan di depan wartawan: “Kalau panti asuhan ini menginginkan perbaikan jalan, apakah tahu berapa biayanya untuk jarak sepanjang 7 km. Biayanya adalah 140 juta. Dari mana uangnya? Apakah bisa dari tajuk rencana surat-surat kabar?”

Begitulah sikap Ali Sadikin yang kini banyak diopinikan ‘hebat’ oleh para tokoh dan media massa tanah air. Boleh jadi gubernur ini mencatat ‘prestasi’, seperti membuat Taman Ismail Marzuki dan bersama istri mantan presiden Soeharto membuat Taman Mini Indonesia Indah. Tapi, perilakunya yang tidak terpuji dengan merintis dan mengembangkan pelacuran dan judi tentu saja adalah catatan merah. Meski ia mengaku saat menjadi gubernur, kas Pemda defisit dan dengan hasil judi itu ia menerima sedikitnya 20 milyar setahun saat itu.

Karena itu para ulama dan tokoh Islam yang faham sejarah, akan kritis terhadap perilaku Ali Sadikin ketika menjabat gubernur. Mereka tidak akan serta merta mengidolakan Ali Sadikin, apalagi mengambil inspirasi darinya.

Masalah judi dan pelacuran telah jelas dan tegas diharamkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Al Qur’an menganggap bahwa pelaku judi dan zina adalah kriminal. Karena itu ia harus dihukum, bukan malah diberikan tempat yang nyaman untuk bekerja.

Al Qur’an menyatakan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنصَابُ وَالأَزْلاَمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS: Al Maidah [5]: 90)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman;

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS: An Nuur 2)

Maka, karena judi, perzinahan/pelacuran, minum khamr adalah perbuatan kriminal, seorang pejabat negara Muslim dilarang mensahkannya dan menfasilitasinya. Meskipun bermilyar-milyar atau trilyunan uang didapat dari sana. Pejabat yang memakai dalil bahwa dengan lokalisasi judi dan pelacuran uang mudah didapat, maka pejabat itu sebenarnya menunjukkan jati dirinya yang tidak kreatif dan tidak mau mencari uang dengan kerja keras. Dengan kata lain, hanya mau mencari enaknya dan tidak peduli urusan halal dan haram.

Ulama besar Syeikh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya “Halal dan Haram dalam Islam”, menjelaskan : “Salah satu kebaikan Islam dan kemudahannya yang dibawakan untuk kepentingan ummat manusia, ialah “Islam tidak mengharamkan sesuatu kecuali di situ memberikan suatu jalan keluar yang lebih baik guna mengatasi kebutuhannya itu.”

Hal ini juga seperti yang diterangkan oleh Ibnul Qayim dalam “A’lamul Muwaqqi’in” 2: 111 dan “Raudhatul Muhibbin” halaman 10. Beliau mengatakan:

“Allah Subhanahu Wata’ala mengharamkan mereka untuk mengetahui nasib dengan membagi-bagikan daging pada azlam, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya dengan doa istikharah. Allah mengharamkan mencari untung dengan menjalankan riba; tetapi di balik itu Ia berikan ganti dengan suatu perdagangan yang membawa untung. Allah mengharamkan berjudi, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa hadiah harta yang diperoleh dari berlomba memacu kuda, unta dan memanah. Allah juga mengharamkan sutera, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa aneka macam pakaian yang baik-baik, yang terbuat dari wool, kapuk dan cotton. Allah telah mengharamkan berbuat zina dan liwath, tetapi di balik itu Ia berikan gantinya berupa perkawinan yang halal. Allah mengharamkan minum minuman keras, tetapi dibalik itu Ia berikan gantinya berupa minuman yang lezat yang cukup berguna bagi rohani dan jasmani. Dan begitu juga Allah telah mengharamkan semua macam makanan yang tidak baik (khabaits), tetapi di balik itu Ia telah memberikan gantinya berupa makanan-makanan yang baik (thayyibat).”

Beberapa hari lalu, sebelum pergi ke DPRD DKI Jakarta, gubernur terpilih Joko Widodo (Jokowi) lebih dulu singgah di rumah Ali Sadikin.

“Saya cuma ingin mengambil spirit Pak Ali, karena beliau kan pernah jadi gubernur juga, makanya saya berangkat dari sini,” kata pria 56 tahun itu di kediaman Ali Sadikin, Jl Borobudur 2, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012).

Karena itu tokoh-tokoh dan ormas-ormas Islam Jakarta, perlu terus memantau kebijakan yang diambil gubernur DKI saat ini. Apa yang dimaksudkan Jokowi, bahwa ia akan mengambil inspirasi dari Ali Sadikin? Apakah ia akan menghalalkan yang haram sebagaimana mantan gubernur berlatar belakang militer tersebut?

Jakarta yang penuh masalah memang butuh orang yang bertangan dingin menyentuh hati rakyat. Namun, tentusaja, bukan yang menerabas halal-haram yang ujungnya, hanya melahirkan ketidak-berkahan di sana-sini. Wallahu alimun hakim.*

Penulis adalah Dosen STID M Natsir, Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 200 Al-Qur’an untuk Muslim Sarmi, Papua
Tulisan selanjutnya Sri Bintang: Ada apa Amerika Ikut Memantau Pilkada Jawa Barat?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?