Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Khilafah Harapan Seorang Yahudi Kariet Arbaa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2005 04:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di perkampungan rakyat Tepi Barat-kota Kholil tinggal seorang mantan warga Yahudi yang telah masuk Islam, yaitu Michael Syinofiski. Kini, ia mengganti namanya menjadi Mohammed El-Mahdi. Sebelumnya, ia pernah menetap di pemukiman Kariet Arbaa yang dibangun oleh penjajah Yahudi. Michael atau El-Mahdi yang terlahir 37 tahun yang dibesarkan dari keluarga Yahudi fanatik di  kota Bako-Adjerbaijan itu tidak memperkirakan akan menetap di kota Kholil yang berpenduduk 120 ribu orang.

Pada tahun sembilan puluhan, El-Mahdi  bermigran ke Israel setelah bertugas sebagai guru olah-raga pada pasukan tentara merah Israel. Pandangan hidupnya berubah 180 derajat tatkala terjadinya pembantaian umat Islam yang dilakukan oleh pengikut Yahudi fundamentalis, Barukh Goldistan. Saat itu, El-Mahdi, memutuskan untuk meningalkan tempat tingggalnya di pemukiman Yahudi yang juga didiami Goldistan.

Persahabatan dan diskusinya tentang agama dengan warga Palestina yang memiliki bengkel mobil di kota Kholil menyebabkan Michael makin mengkaji ulang keyakinan yahudi yang dianutnya. Dia  kemudian berpindah agama menjadi muslim dan kembali ke kota tempat kelahiranya Bako untuk menikah dengan seorang muslimah yang taat.

El-Mahdi mengaku berbahagia dengan sambutan hangat dari tetangga barunya di kota Kholil walaupun dia asli keturunan Yahudi. "Saya dulu adalah Yahudi fundamentalis dan sangat memusuhi kaum muslimin, tetapi sekarang mereka memperlakukan saya sebagai saudara bahkan banyak dari mereka yang memberika bantuan kepada saya, " ujarnya.

Selama tinggal di pemukiman Yahudi bersama isterinya Sabina dan empat ke empat anaknya di Kariet Arbaa mengaku sangat cemas. "Para pendududuk Yahudi di wilayah pemukiman di tanah milik bangsa Palestina yang dirampas itu, selalu mengacam beberapa kali terhadap saya dan keluarga".

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Kejahatan kaum Yahudi pada El-Mahdi dan keluarganya diantaranya melempar rumahnya dengan batu dan menuliskan di tembok rumah dengan pesan-pesan agar dia segera meningalkan pemukiman tersebut.

"Kemanapun saja kami sekeluarga berangkat kami selalu mendapatkan perlakuan hina dan ejekan apalagi mereka melihat isteri saya yang berbusana muslimah. Bahkan sempat beberapa kali mendapatkan introgasi dari pihak keamanan Israel tetapi hal tersebut tidak mengoyahkan kami karena yang terpenting bagi saya semua anak-anak adalah muslim dan mereka juga telah mengikuti agama yang telah saya pilih sebenarnya," tambahnya.

Kebahagian El-Mahdi bertambah setelah  salah seorang temannya Yahudi bernama Zaluom juga menganut agama Islam mengikuti langkahnya. "Saya sangat tahu dan yakin bahwa dia adalah orang yang sanggat baik berbeda dengan penduduk lain yang tinggal di pemukiman Kariet Arbaa, " ujar Zaluom. "Saya akan menjadi Yahudi terus akibat Michael atau saya menjadi seorang muslim sejati seperti dia adalah karena pilihan saya sendiri, "tambahnya. Setelah enam bulan Zauom berdiskusi dan debat dengan El-Mahdi, akhirnya dia mententukan untuk memeluk Islam yang dibawa Mohammad SAW.

Menurut El-Mahdi, saat memeluk Yahudi, banyak ditemui kejanggalan dan kontradiksi satu sama lain. Kenyataan ini jauh berbeda setelah dia melaksanakan ajaran Islam. "Sungguh saya telah masuk Islam karena yang saya cari adalah kebenaran, itulah pendorang utama saya dalam beragama".

Ketika ditanya apakah suatu saat ia mengharapkan Palestina akan menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, El-Mahdi menjawabnya dengan tegas, ‘tidak akan terjadi hal tersebut tetapi yang akan berdiri adalah negara khilafah Islamiah dengan ibu kotanya Al-Quds As-Syarief yang terbebas dari negara penjajah’.

Michael kini telah berganti menjadi Mohammed. Namun satu hal peninggalan Yahudinya yang hingga kini belum bisa dihilangkan adalah tato bergambar bintang Daud di salah satu tangannya. menurutnya, biarlah tato itu sebagai tanda mengenang bahwa dia pernah menjadi seorang Yahudi. Namun yang jelas, kini, setiap hari, ia telah menjalankan sholat lima waktu dan membaca Al-Qur’an. (Kiriman Arif Rahman Aiman Muchtar, kontributor Hidayatullah.com di Rabat, Maroko.Disarikan dari TV Aljazeera dan ditayangkan di TV yang sama dan koran Al-Alam yang terbit pada hari Jum’at, 24 Juli 2005 di Rabat)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masyarakat Sambut Antusias Hukum Cambuk
Tulisan selanjutnya “Menangisi Muhammadiyah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?