Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Kami Disetrum, Dipukul, Ditembak”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 November 2005 03:19
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 18 November 2005

Hidayatullah.com—Mereka mengaku sering mendapat tekanan dan penganiayaan dari tentara Amerika. Mereka juga mengaku sering ditakut-takuti dengan hukuman mati selama mereka berada dalam cengkeraman tentara AS. Demikian laporan satu stasiun televisi ABC yang disiarkan Senin kemarin.

Kedua orang Iraq itu, Thahee Sabbar dan Sherzad Khalid, mengatakan kepada stasiun televisi ABC bahwa mereka ditahan Juli 2003, berulangkali mengalami penyiksaan dan dibebaskan beberapa bulan kemudian tanpa dakwaan apa pun.

Laporan tersebut tak menyebutkan di mana kedua orang itu diciduk. Mereka berulangkali ditahan di penjara Abu Ghraib. Abu Ghraib sendiri semula adalah sebuah istana Garda Republik Saddam Hussein yang diubah menjadi sebuah instalasi militer AS setelah Saddam terguling.

"Saya sangat terkejut ketika mereka menangkap saya," kata Khalid. "Mereka tak memberi alasan mengapa mereka membawa saya. Saya bertanya kepada mereka, tetapi mereka tak menjawab. Satu-satunya jawaban ialah pukulan keras," katanya.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

"Kami sering menerima ancaman akan dihukum mati kalau tidak mengaku. Mereka juga memukuli, menyetrum dan menembak," kata Sabbar.

Stasiun televisi itu juga melaporkan, tentara AS secara rutin menanyai tahanan untuk mengorek informasi mengenai mantan presiden Iraq Saddam Hussein dan menghukum mereka ketika jawaban mereka ternyata mengecewakan.

"Saya berkata kepada mereka, bagaimana saya tahu di mana Saddam berada dan saya menduga bahwa mereka sedang mengolok-olok saya. Dan itu sebabnya mengapa saya tertawa. Dan ia memukul saya lagi," kata Khalid melalui penerjemah.

Khalid menuduh tentara AS membawa dia ke satu kandang yang berisi singa hidup dan mengancam akan melempar dia serta tahanan lain ke kandang singa itu, jika mereka tak mau mengaku.

Pada satu keadaan, Sabbar menuduh ia dan tahanan lain menjadi sasaran hukuman mati bohong-bohongan.

"Mereka mengarahkan senjata mereka ke kami," kata Sabbar. "Dan mereka menembak, menembak ke arah dada dan kepala kami. Dan ketika suara tembakan terdengar, sebagian dari kami jatuh pingsan. Sebagian mulai menangis. Sebagian bahkan sampai terkencing-kencing. Dan mereka tertawa sepanjang waktu," katanya.

Laporan itu merupakan tuduhan paling akhir mengenai penyiksaan dan pelecehan terhadap pemerintah AS, menyusul skandal pelecehan tahanan di penjara Abu Ghraib, Iraq, kecaman di dalam serta luar negeri terhadap kebijakan Gedung Putih memperlakukan tahanan. 

Presiden AS George W Bush telah berkeras bahwa Amerika Serikat tak melakukan penyiksaan. Namun pemerintahnya telah melakukan lobi untuk menentang satu usul dari Senator John McCain yang secara tegas akan melarang penyiksaan dan tindakan kejam, perlakuan tak manusiawi terhadap tahanan.

Kelompok American Civil Liberties Union dan Human Rights First telah mengajukan tuntutan hukum atas nama delapan mantan tahanan, termasuk Sabbar dan Khalid, pada Maret 2005.

Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld dinyatakan bertanggung jawab atas perlakukan kasar yang mereka terima dan mereka katakan melanggar hukum AS serta hukum internasional.

"Pemerintah AS telah mengonfirmasi bahwa kedua pria tersebut memang pernah ditahan namun tidak memberikan komentar secara langsung tuduhan mereka," kata stasiun televisi ABC.

Khalid menuduh tentara AS yang melakukan penjagaan mengancam akan menyodomi dia dengan tongkat kayu dan mereka mematahkan giginya ketika mereka pertama kali menahan dia. (ap/ant/sk)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bush Tolak Komentar yang Dilontarkan Anggota Partai Oposisi Demokrat
Tulisan selanjutnya Sejak 1967, Seperlima Rakyat Palestina ditahan Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?