Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Pulau Lesbos, dan Hak Paten “Lesbian”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juni 2008 18:26
Bagikan
Bagikan

ImageHidayatullah.com–Sabtu malam, kelompok ekstremis kanan mengganggu parade kaum homoseksual di ibukota Yunani, Athena. Mereka melemparkan telur dan batu kepada ribuan kaum homoseksual dan lesbian yang berunjuk rasa untuk legalisasi pernikahan sejenis. Maklum, di Yunani, masalah homoseksualitas masih merupakan masalah yang peka. Ini terlihat pada perkara menarik yang Selasa besok ditangani pengadilan Athena.

Di peta dunia, Lesbos berada di sisi timur Yunani. Pulau ini merupakan pulau terbesar ketiga di Yunani dengan luas sekitar 1.630 kilometer persegi.

Yang menarik, selama bertahun-tahun penduduk pulau ini mengaku sangat tertekan dengan penggunaan istilah “lesbian” yang selama ini sering dinisbatkan kepada para penganut orientasi seksual sejenis untuk kaum perempuan.

Menurut tokoh masyarakat Pulau Lesbos, Dimitris Lambrou, arti kata “lesbian” saat ini dianggap telah melanggar hak asasi penduduk pulau, dan mempermalukan mereka di mata dunia. Yang jelas, penyebutan kata “Lesbian” sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga Pulau itu.

Kerena itulah, April, dua bulan lalu, penduduk Pulau Lesbos mengadukan gugatan ke pengadilan guna menuntut agar istilah lesbis dan lesbian, selanjutnya hanya boleh digunakan oleh penduduk pulau sendiri. Gugatan ini ditujukan kepada Perhimpunan Homoseksual dan Lesbian Yunani.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Perempuan homoseksual mencuri kata itu dari kami,” kata Dimitris Lambrou, salah satu penggugat dan penerbit sebuah majalah religius-arkeologis. “Wanita Lesbos merasa sangat terganggu olehnya. Kakak saya tidak bisa berkata dirinya ‘Lesbia’ warga pulau Lesbos, karena langsung ditertawakan orang. Dia harus menjelaskan dia bukan lesbian, tapi berasal dari pulau Lesbos.”

Bagi warga Lesbos, pemaknaan lesbis dengan makna seksual, begitu sangat mengganggu. Sementara penduduk Lesbos sudah ribuan tahun menamakan diri demikian. “Jati diri kami dicuri oleh wanita-wanita tertentu yang tidak punya hubungan apa pun dengan Lesbos.”

Sementara itu, para penganut kelainan seksual dan penyuka sesasama jenis tetap ngotot terhadap keberatan warga Lesbos. Evangelia Vlami, juru bicara Perhimpunan Homoseksual dan Lesbian mengatakan, “Istilah itu sudah dipakai ribuan tahun untuk menamai perempuan yang tertarik pada sesama mereka,” ujarnya dikutip sebuah media Belanda.

Sejarah Sappho

ImageKaum homoseksual dan lesbian wajar membela diri. Penyebutan istilah “lesbian” bagi mereka yang memiliki kelainan seksual sesama perempuan, penggunaan istilah itu diklaim telah berjakan ratusan tahun. Lagi pula, mereka, nampaknya sudah nyaman dengan sebutan itu, meski sangat “menyakitkan” bagi warga pulau Lesbos sendiri.

Grigoris Vallianatos, pengacara dan anggota perhimpunan kaum homoseksual dan lesbian mengatakan, “Ini adalah masalah intoleransi dan diskriminasi kaum homoseksual Yunani, masyarakat konservatif yang masih menganggap tabu homoseksualitas,” katanya.

Bahkan bagi Vallianatos, gugatan penduduk Lesbos berdampak diperkirakan akan berdampak lebih jauh. “Ini bukan hanya soal perempuan lesbis Yunani, tapi ratusan juta perempuan di seluruh dunia. Haruskah kami menganggap serius, bahwa sebuah pengadilan Yunani memutuskan bagaimana semua perempuan itu harus menamakan diri?,” ujar Vallianatos membela diri.

Sebagaimana diketahui, istilah “lesbian” bermula dari kisah dewi dan penyair dari mitologi Yunani, Sappho. Kata “lesbian” diambil dari kata Lesbos, tempat kelahiran penyair Sappho. Ia banyak menulis syair-syair cinta terhadap sesama perempuan pada abad ketujuh sebelum Masehi. Kata-katanya yang penuh luapan emosi dinyanyikan, dengan iringan kecapi.

Di zaman Yunani purba sangatlah jarang seorang perempuan menulis puisi. Lebih jarang lagi seorang perempuan menulis puisi, apalagi mengungkapkan perasaan terhadap sesama perempuan. Konon, Shappo, kala itu, dipuji-puji oleh pemikir Yunani seperti Plato yang menyebutnya ‘dewi kesenian kesepuluh’. Dari cerita ini, tiba-tiba Shappo diyakini sebagai cikal-bakal lahirnya kelainan seksual dan penyuka sesama jenis. Munculnya istilah “lebian” tak lain mengambil nama tempat di mana Shappo lahir dan tinggal, yakni Pulau Lesbos.

Sejak itu hingga kini, Pulau Lesbos menjadi semacam menjadi tempat ziarah bagi kaum perempuan penganut sesama jenis, lesbian.

Namun belakangan, penemuan terbaru menunjukkan, cerita Shappo yang penyuka wanita itu tak benar. Menurut Lambrou, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Sappho justru memiliki keluarga, dan mengambil nyawanya sendiri karena masalah cinta terkait seorang pria.

Para penduduk pulau Lesbon mengatakan jika mereka sukses dalam kasus gugatan ini mereka akan menantang pemakaian kata “lesbian” di tingkat dunia.

ImageJika pengadilan memenangkan gugatan ini, maka, skitar 100.000 penduduk pulau nomor tiga terbesar di Yunani –ditambah 250.000 warga Lesbos yang hidup di luar pulau itu—akan berhak menggunakan kata “lesbia” atau “lesbian.”

Lantas bagaimana dengan masyarakat homoseksual dan kaum yang pernah diluruskan nabi Luth ini? Ya, terpaksa mereka harus mengganti sebutan baru untuk kelainan pada orientasi seksualnya ini. [cha, dari berbagai sumber/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditemukan Peninggalan Kuno dalam Proyek Perluasan Masjidil Haram
Tulisan selanjutnya Ruqayyah Waris Maqsood, Menulis Hingga Nafas Berakhir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?