Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Marzieh Vahid Wanita Pertama di Kabinet Iran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 September 2009 10:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen Iran untuk kali pertama menyetujui wanita mengisi jabatan menteri di negara itu dalam masa 30 tahun.

Para anggota parlemen Iran menyetujui 18 dari 21 calon menteri yang diajukan Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Ada tiga calon wanita yang diajukan Ahmadinejad untuk mengisi kursi di kabinetnya. Marzieh Vahid Dastjerdi lolos, sementara dua calon wanita lain ditolak.

Calon yang diajukan untuk mengisi kursi menteri pertahanan, Ahmad Vahidi, yang dinyatakan buron oleh Argentina atas pemboman maut terhadap sebuah pusat Yahudi pada tahun 1994, mendapat dukungan penuh.

Pemungutan suara atas calon menteri tersebut berlangsung menyusul beberapa bulan pertikaian setelah hasil pemilihan presiden bulan Juni menjadi sumber sengketa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para wartawan mengatakan, Marzieh Vahid Dastjerdi, yang dicalonkan menjadi menteri kesehatan wanita.

Di masa lalu, dia mengusulkan mulai diberlakukannya perawatan kesehatan terpisah di Iran. Menurut proposal itu, wanita akan merawat wanita, dan pria merawat wanita.

Kedua wanita yang ditolak adalah Fatemeh Ajorlou, yang dicalonkan menjadi menteri kesehateraan dan jaminan sosial, dan Susan Keshavarz, menteri pendidikan.

Calon ketiga yang ditolak adalah pilihan Ahmadinejad untuk menjabat menteri energi, Mohammad Aliabadi.

Ahmadinejad diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan calon baru untuk menggantikan calon yang mereka telah tolak.

Parlemen juga menyetujui penunjukkan seorang panglima militer, Motafa Mohammad Najjar, menjadi menteri dalam negeri.

Pemungutan suara di parlemen berlangsung menyusul lima hari perdebatan sengit.

Sebelum voting berlangsung, Ahmadinejad menyeru para anggota parlemen agar menyetujui pilihannya, dan menyatakan, kartu suara mencerminkan “demokrasi sejati”.

Calon menteri perminyakan Massoud Mirkazemi, disetujui, meski muncul pertanyaan soal kecakapannya.

Sementara itu, Vahidi, yang dinilai merupakan sosok kontroversial di luar negeri, menerima suara terbanyak. Sebanyak 227 dari 286 angota parlemen, kata Ketua Parlemen Iran Ali Larijani.

Interpol telah menyebarkan surat perintah penahanan kepada diri Vahidi atas serangan terhadap Perhimpunan Bersama Israel-Argentina (AMIA) 15 tahun silam yang menelan 85 korban jiwa.

Israel dan Argentina mengutuk pencalonan Vahidi. Pemerintah di Buenos Aires menyebutnya “pelecehan terhadap korban” pemboman. Iran membantah terlibat dalam ledakan dan menyatakan perkara yang diajukan terhadap negara tersebut bermotif politik.  [bbc/hidayatullah.com]

 

foto: Reuter Picture

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya M. Thalib: Jihad Bukan Terorisme
Tulisan selanjutnya Israel Larang Azan di Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
Berita

Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua

Berita
8 Agustus 2026 05:00
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas Akibat Bom di Lebanon Selatan
Masjid Perlu Dikondisikan sebagai Tempat Berkumpul Anak Muda
Waketum MUI Marsudi Syuhud Siap Maju sebagai Calon Ketum PBNU
Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak

Terbaru

  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?