Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Nanggok, Sedekah Untuk Tamu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2009 16:50
Bagikan
Bagikan

 

 

Hidayatullah.com–Tradisi bagi-bagi uang saat lebaran untuk anak, keluarga dan tetangga ada di mana-mana. Jika di tempat lain memberi uang mungkin dianggap sebagai hadiah, maka di Kalimantan Barat dianggap sebagai sedekah.

Bagi masyarakat Muslim di pesisir Kalimantan Barat, memberi uang kepada tamu yang hadir pada saat Lebaran, atau disebut “nanggok”, menjadi hal yang lumrah.

Di balik tradisi memberi sedekah tersebut, ada makna religius yang terkandung di dalamnya.

Dr Zainuddin Isman M Phil, doktor bidang antropologi dan sosiologi saat dihubungi, Selasa, mengatakan, tradisi tersebut diperkirakan sudah ada seiring masuknya Islam ke Kalbar.

“Sekitar abad ke 14 atau 15, sudah ada,” kata dia.Menurut Zainuddin Isman, nanggok erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam. Ia menambahkan, ada dua fenomena terkait dengan nanggok.

Pertama, kata dia, secara ritual, ada keyakinan bagi umat Muslim bahwa akan lebih baik menyumbangkan harta atau bersedekah pada bulan puasa.

“Yang kedua, nanggok sudah dilakukan sejak turun temurun. Jadi, memang sudah tradisi,” kata Zainuddin Isman.

Uang yang diberikan tidak besar nilainya, yakni berkisar seribu rupiah sampai dua ribu rupiah.

Selain itu, nanggok hanya ditemukan di kalangan masyarakat pesisir sungai atau pantai di Kalbar.

“Umumnya uang diberikan ke siapapun yang datang ke rumah, tua muda miskin kaya. Pada malam takbiran dan hari pertama Lebaran,” kata dia.

Sementara di pedalaman yang jauh dari sungai besar, tradisi nanggok tidak ditemukan meski ada komunitas Muslim di daerah itu. Pemberian itu dianggap bukan mengemis. 

“Ada keyakinan, semakin banyak memberi, semakin bagus,” kata Zainuddin Isman.

Ia mengatakan, mula-mula hanya orang tertentu yang memberikan uang, namun lambat laun terus menyebar ke berbagai kalangan.

Zainuddin mengatakan, nanggok berbeda dengan angpao atau pemberian uang ke tamu menggunakan amplop warna merah di kalangan masyarakat Tionghoa saat hari raya.

“Kalau angpao hanya pada kalangan keluarga, nanggok skalanya lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, nanggok juga tidak berkaitan dengan tingkat sosial seseorang.

Lebih lanjut ia mengatakan, tradisi serupa dengan nanggok juga terlihat di Kalimantan Selatan. 

“Mungkin ada kaitan dalam penyebaran Islam antarkedua daerah,” kata Zainuddin Isman.[ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perancis akan Terbitkan Obligasi Syariah
Tulisan selanjutnya TUC Boikot Israel, Tidak Seperti Kadin Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?