Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IAIN Sunan Ampel Adakan Seminar “Nikah Yes! Gay Yes”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2009 14:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Untuk melengkapi hasil observasi mata kuliah sosiologi, hari Rabu, (11/9) Mahasiswa Fakultas Adab Jurusan Sejarah dan Pemikiran Islam (SPI)-IAIN Sunan Ampel Surabaya menggelar seminar bertajuk “Nikah Yes! Gay Yes!” bertempat di Gedung Self Access Centre  (SAC) IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Menurut Jauhar Machru, Ketua Panitia Seminar, acara seminar ini dalam rangka tugas observasi sosiologi. Menurutnya, sebenarnya ada tiga tema yang akan diangkat, yakni; Gender, Pekerja Seks Komersil (PSK), dan Gay.

“Namun mahasiswa sepakat untuk mengangkat tema gay dalam acara seminar,” ujar mahasiswa SPI semester tiga, asal Madura ini.

Panitia mengundang Erick Yusufanny seorang pelaku gay dari Gaya Nusantara, Drs. Imam Nakhai. M.Ag  Dosen  Institute Agama Islam Ibrahimi (IAII) Situbondo. 

Dari sekitar 300 tiket yang disediakan, semuanya ludes oleh diborong peserta. Bahkan menurutnya peserta yang mendaftar terus berdatangan ketika acara sedang berlangsung. Tak pelak, banyak yang harus berdiri. Hal itu menandakan tingginya minat para mahasiswa terhadap tema yang diangkat. Peserta yang hadir mayoritas dari mahasiswa IAIN sendiri dan sejumlah organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam kesempatan itu, Erick Yusufanny menjelaskan jika dirinya menjadi gay karena fakktor naluriah semata.  Dan menurutnya itu adalah anugerah.

“Saya dilahirkan sebagai lelaki, punya jenggot, kumis dan penis.  Dan saya tidak akan mengubah itu semua. Ini adalah naluriah dan anugerah,” ungkapnya yang disambut tawa peserta. Ia juga mengatakan, meski dirinya gay, namun tak suka mengganggu orang dan tetap beribadah.

“Saya dalam berhubungan intim harus berdasarkan komitmen, bukan sembarang orang,” tegasnya. Meski seorang gay, dia mengaku jika selama ini kebaradaanya tak mau mengganggu orang lain.  Saya juga masih beribadah meski masih sering bolong-bolong,” tambahnya.

Sementara, Imam Nakhai mengatakan hadist yang sering dipakai orang yang mengatakan bahwa jika ada seorang lelaki ‘mendatangi’ lelaki maka dia berzina itu dianggap dhaif. Menurutnya, hadist tersebut tak ada dalam kitab Shahih Bukhori. Sebab, semua hadist  yang telah dimasukkan oleh Bukhori dalam kitab tersebut Shahih. Sehingga Nakhai berkesimpulan jika hadist tersebut dhaif. Meski demikian, ia sempat mengutarakan sejumlah hukum para ulama mengenai gay dan liwaht.

“Ada yang mengatakan di-rajam, di-had, ataupun di-ta’zir,” jelasnya.

Menurut Nakhai, diazabanya kaum luth oleh Allah SWT bukan karena perbuatan liwaht (sodomi) yang mereka lakukan, melainkan karena intimidasi dan upaya menghilangkan eksistensi nabi Luth berserta umatnya.

“Jadi, diazabnya kaum luth oleh Allah bukan karena perbuatan sodomi mereka, namun karena upayanya menghilangkan eksistensi umat nabi luth,” ujar Nakhai kepada hidayatullah.com.

Nakhai juga sempat menyamakan antara onani dengan liwhat. “Onani dilakukan dengan tangan, sedang gay dengan paha laki-laki, tidak ada bedanya kan,” ujarnya  alumnus master Hukum Islam Unisma  ini kepada hidayatullah.com.

“Kalau dengan membunuh, rajam, had atau pun di-ta’zir itu tidak adil. Tapi harus sesuai perspektif korban. Dan itu harus sesuai waktu,” ujarnya.  Nabi sendiri ujarnya, dalam menghukumi pezinah ataupun pencuri sangat hati-hati. Dibutuhkan riset baik secara ekonomi dan sosial, sehingga tidak sembarangan dalam mengambil hukum.

Sementara, M Khadafi, dosen Sosiologi IAIN Sunan Ampel –yang menurut panitia merupakan tokoh di balik layar acara ini– mengatakan, melihat kaum gay harus dari berbagai kaca mata. Melihat dari satu kaca mata (agama, red) hanya menimbulkan ketidakadilan kepada mereka. Dia menilai, kaum gay memiliki sisi-sisi yang bagus, shaleh secara sosial. Keberadaanya tidak mau meresahkan orang apalagi merugikan orang lain. Bahkan terkadang lebih shaleh dalam hal tersebut dari pada Muslim bukan gay. Misalnya upaya mereka membantu melakukan rehabilitasi pengidap HIV/AIDS.

“Dengan demikian, sejatinya mereka sedang memerankan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, “  ujar alumnus  S2 Antropologi Unair ini.  [ans/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Pamerkan Amunisi AS yang Dikuasainya
Tulisan selanjutnya Inggris dan Yordania Desak Penghentian Pemukiman Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Berita
13 Juni 2026 13:44
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Terbaru

  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?