Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kata-Kata Memang Bisa Menyakitkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2010 17:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasti Anda pernah mendengar ungkapan “lidah setajam sembilu”. Maksudnya tentu bukan fisk dari lidah yang tajam, melainkan kata-kata yang diucapkan seseorang. Hasil penelitian membuktikan, memang demikian adanya.

Para ilmuwan menemukan bahwasanya membaca sederetan kata-kata yang berhubungan dengan pengalaman menyakitkan, bisa memicu reaksi bagian otak yang mengatur rasa sakit atau nyeri.

Meskipun tidak ada reaksi fisik secara langsung, ilmuwan menduga, mendengarkan kata-kata yang berkaitan dengan rasa sakit dan nyeri bisa membuat rasa itu semakin menyakitkan, karena otak sudah “disiapkan” untuk menerima dan memprosesnya.

Sebagai contoh, jika seorang dokter gigi berbicara tentang “mengebor” gigi sebelum dia benar-benar melakukannya, dokter itu sudah membuat Anda tidak nyaman.

Profesor Thomas Weiss yang memimpin penelitian itu mengatakan, “Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa kata-kata itu sendiri bisa mengaktifkan matriks rasa sakit kita.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Hasil penelitain kami menunjukkan bahwa stimulus verbal memiliki arti yang penting, lebih dari yang pernah kita sangka selama ini.”

Tim peneliti Departemen Biologi dan Psikologi Klinis dari Universitas Friedrich-Schiller di Jena, Jerman, memindai otak 16 relawan dengan menggunakan fMRI (functional magnetic resonance imaging) saat mereka membaca daftar kata-kata yang muncul di layar komputer.

Beberapa kata–seperti menyiksa dan kram–dipilih, karena berhubungan dengan rasa sakit.

Sementara kata lain–seperti menakutkan dan menjijikkan–dipilih karena menimbulkan rasa negatif, meskipun tidak terkait langsung dengan rasa sakit.

Para peneliti juga memberikan beberapa kata lain yang memiliki makna positif atau netral–seperti membelai dan memeluk–sebagai faktor pengontrol.

Hasil penelitian menunjukkan, kata-kata yang terkait dengan rasa sakit memicu respon bagian otak yang memproses rasa sakit. Hanya dengan membaca deretan daftar kata saja, otak sudah langsung memberikan reaksi atas hal-hal yang memberikan rasa sakit atau penderitaan.

Profesor Weiss, seorang psikolog, yakin bahwa otak dengan cepat belajar menghubungkan kata-kata seperti “kram” dan “menjepit” dengan sensasi rasa sakit.

Dalam percobaan yang dilakukan, kata-kata itu tetap memicu reaksi otak di pusat rasa sakit, meskipun para relawan diberi pengecoh  untuk mengalihkan perhatian mereka.

Maria Richter, anggota peneliti, menjelaskan. Pertama-tama pasien atau orang yang diteliti diminta membayangkan situasi yang berhubungan dengan kata-kata yang diberikan. Setelah itu mereka diberi semacam  pengalih perhatian. Hasilnya, kata Richter, “Pada kedua kasus kita melihat sebuah aktivasi yang jelas dari matriks rasa sakit di dalam otak, oleh kata-kata yang berhubungan dengan rasa sakit.”

Menurut para ilmuwan, bisa jadi respon itu merupakan sebuah survival instinct, di mana manusia belajar untuk menghindari rasa sakit di kemudian hari.

Mereka yakin penemuannya bisa memberikan pengaruh pada dokter, dokter gigi dan orangtua. Mengatakan kepada pasien bahwa disuntik tidak akan menyakitkan, sebenarnya hanya akan membuat pasien merasa lebih buruk.

Sama halnya jika orangtua mengatakan kepada anaknya bahwa melepas plester luka itu “tidak sakit sama sekali.”

Demikian pula menyuruh orang atau pasien menjelaskan rasa sakit yang dideritanya. Menurut peneliti, hal itu bisa membuat mereka semakin menderita. [di/dm/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaminan Obat Halal Hak Azasi Ummat Islam
Tulisan selanjutnya Menjamurnya Trend Halal di Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?