Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Perlu Pendampingan Psikologis Bagi TKI

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Kasubdit Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Najib Anwar, mengatakan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri karena desakan materi kebutuhan perut, TKI rela meninggalkan keluarga di kampung halaman.
Meski terpisah jarak yang jauh di negeri seberang, banyak TKI yang masih konsentrasi memberikan perhatian kepada keluarganya di Indonesia. Padahal, lanjut dia, banyak juga TKI yang “nakal”, misalnya untuk masalah pemenuhan nafkah biologis.
“Ada yang masih punya perhatian kepada keluarganya, ini yang saya salut sekali,” kata Najib Anwar dalam perberbincangan dengan hidayatullah.com, Selasa, (23/11).
Najib mengungkapkan, memang desakan biologis bagi para TKI tak bisa dibantah selalu bergelora. Apalagi yang sejak lama telah berpisah dengan pasangan bagi yang sudah berkeluarga.
“Ini manusiawi, sehingga ada kekosongan keinginan,” jelasnya. Ini kemudian dinilainya bisa jadi adalah salah satu faktor terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap Tenaga Kerja wanita (TKW).
Khusus untuk para TKI di Arab Saudi, kata dia, sangat diperlukan adanya pendampingan psikologis. Ini mengingat, sebagaimana pengalamannya sendiri, kehidupan di sana yang dinilainya memang sangat keras. Ditambah lagi dengan kondisi alamnya yang panas memanggang.
“Alam juga ikut serta membentuk karakter (keras, red) itu,” terang dia.
Selain pendampingan psikologis, dia juga mengusulkan agar para TKI di Saudi Arabia membuat komunitas perkumpulan dan harus didukung penuh Kedutaan Besar Indonesia di sana. Dengan komunitas ini akan memudahkan para TKI untuk bisa saling sharing dan berjumpa, sebagaimana yang sudah dilakukan para TKI di Hong Kong.
Kata Najib, TKI di Hongkong relatif lebih mendapatkan posisi yang baik dan lumayan. KJRI Hongkong memiliki tiga program penyuluhan untuk TKI yaitu “welcoming”, “during stay”, dan “exit program”. Penyuluhan itu bertujuan membantu para TKI mempersiapkan diri kembali ke kampung halaman setelah selama bertahun-tahun bekerja keras dan mengumpulkan tabungan. Dia menambahkan, dengan adanya komunitas bagi para TKI di Saudi Arabia, akan menungkinkan pendampingan psikologis TKI menjadi maksimal dengan menjadwalkan berkumpul atau kongkow bersama.
“Artinya, perlu ada sentuhan agama dan kejiwaan,” pungkas Najib. [ain/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Guru Besar: Penegak Hukum Seharusnya Cakap Hukum
Tulisan selanjutnya Mantan Presiden Jadi Imam Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Berita
8 Juni 2026 18:30
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?