Hidayatullah.com–Setelah nama domain WikiLeaks.Org dimatikakan oleh EveryDNS.net, situs tersebut kini kembali lagi beroperasi dengan nama domain baru dari Swiss, WikiLeaks.Ch.
Jika pengunjung mengakses alamat baru itu maka akan diarahkan ke sebuah laman dengan alamat URL http:///213.251.145.96/ dan tetap bisa mengakses dokumen-dokumen diplomatik AS yang mereka bocorkan ke publik.
Domain WikiLeaks.Org dibunuh pada pukul 03:00 GMT (3/12) oleh EveryDNS.net sebagai domain name system provider situs itu di Amerika, setelah mendapatkan laporan terjadi serangan besar mengarah ke situs tersebut.
“…, WikiLeaks.Org menjadi target serangan distributed denial of service (DDoS) bertutubi-tubi,” kata EveryDNS.net dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip AFP (3/12).
Serangan DDoS klasik biasanya terjadi ketika komputer-komputer yang terinfeksi virus diperintahkan untuk secara terus-menerus mengunjungi sebuah website sehingga memenuhi server dan akhirnya melumpuhkannya secara total.
Sebelumnya Amazon menendang WikiLeaks keluar dari server mereka pada hari Rabu, setelah mendapat tekanan dari para politisi AS. Hal itu mengharuskan WikiLeaks pindah ke sebuah server di Prancis.
“Jika Amazon sangat tidak nyaman dengan Amandemen Pertama, mereka harus keluar dari bisnis penjualan buku,” kata WikiLeaks menanggapi sikap Amazon. Sebagaimana diketahui Amandemen Pertama konstitusi AS menjamin kebebasan berbicara, sebuah alasan yang melatarbelakangi WikiLeaks membocorkan banyak keburukan pemerintah AS.
Pendiri WikiLeaks Julian Assange juga sedang mencari tempat untuk menyelamatkan diri, setelah Interpol mengeluarkan “red notice” pada akhir Nopember kemarin, yang menjadikannya target penangkapan polisi di banyak negara.
Kepada televisi TSR Assange menyatakan mungkin akan mencari suaka ke Swiss, negara di kawasan Pengunungan Alpina yang dikenal kenetralannya.
Wakil Menteri Luar Negeri Ekuador Kintto Lucas sempat dikabarkan menawarkan perlindungan dari negaranya untuk Assange tanpa syarat apapun. Namun, tak lama setelah muncul red notice Interpol pernyataan itu disanggah oleh pemerintah dengan mengatakan bahwa tawaran tesebut datang dari Kintto Lucas pribadi.[di/afp/rtr/wb/hidayatullah.com]