Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hadiah “Salib Palu Arit” untuk Paus Fransiskus Memicu Perdebatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2015 09:59 9:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2015 09:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden Bolivia Evo Morales memberikan salib dengan simbol palu arit untuk Paus Fransiskus. Pemberian salib dengan kombinasi simbol komunis palu dan arit kepada Paus Fransiskus pada Rabu Rabu (7/7) di Bolivia itu memicu perdebatan diantara kalangan Katolik.

Salib tersebut merupakan pemberian Presiden Bolivia Evo Morales yang berasal dari partai sayap kiri.

Salah seorang uskup Katolik menyatakan Morales telah “memanipulasi Tuhan”. Interprestasi yang berbeda muncul atas reaksi Paus Fransiskus terhadap hadiah tersebut.

Tetapi Vatikan meredakan ‘kehebohan’ tersebut. Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan ekspresi Paus tampak terkejut karena mendengar asal usul hadiah tersebut.

“Bagaimanapun saya tidak berpikir untuk menaruh simbol ini di altar Gereja,” tambah dia dikutip BBC Indonesia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Reaksi keras disampaikan oleh uskup Spanyol Jose Ignacio Munilla, yang berkicau di Twitter :”Arogansi yang besar adalah memanipulasi Tuhan untuk ajaran ideologi atheis.”

“Ini merupakan sebuah provokasi, sebuah gurauan,” kata uskup Bolivia Gonzalo del Castillo, seperti diberitakan kantor berita AFP.

Kemarahan juga disampaikan melalui halaman Facebook Kantor Berita Catholic,” Tidak sederhana itu mengabungkan Komunisme dengan Kristiani!” kata seorang pengguna media sosial.

Ekspresi Paus ketika menerima salib dari presiden Bolivia menimbulkan interpretasi beragam. Tetapi salah satu komentar menyebutkan :”Ini bukan untuk menghina Paus Fransiskus, ini untuk mengenang martir Jesuit yang tewas karena membela kaum miskin dan tekanan di Bolivia.”

Mewakili umat Tuhan
Salib tersebut dibuat berdasarkan rancangan Luis Espinal, seorang Pastur Jesuit yang dibunuh pada tahun 1980 oleh milisi sayap kanan.

Menteri Komunikasi Bolivia Marianela Paco, mengatakan kepada Radio Bolivia :”Arit membangkitkan petani, palu bagi tukang kayu, mewakili pekerja sederhana, umat Tuhan,” kata dia sambil menambahkan tidak ada motif lain dibalik pemberian hadiah tersebut.

Selama ini Paus diduga mempelajari ajaran Marxist, setelah beberapa kali menyampaikan kritik keras terhadap kapitalisme dan ketidaksetaraan.

Paus Fransiskus melanjutkan lawatan ke Paraguay, yang merupakan negara ketika yang dikunjungi dalam tur Amerika Latin yang akan berakhir Senin (13/07) ini.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BoliviaEvo MoralesHadiah "Salib Palu Arit" untuk Paus Fransiskus Memicu PerdebatankomunisLawatanpatungtuhanvatikanYesus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seakan-akan Kubur Telah Dekat (2)
Tulisan selanjutnya Hisab dan Rukyat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?