Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Adakan Renungan Jumat Agung Korban Pelecehan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 13 April 2011 08:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Muder Maria Rita Piccione, suster dari Ordo Santo Agustinus, yang menulis renungan Jalan Salib untuk Jumat Agung yang akan dibacakan oleh Paus Benediktus XVI, mengatakan bahwa dia berusaha untuk menyuarakan anak-anak yang dilecehkan baik di dalam maupun di luar Gereja.

Muder Maria Rita Piccione, yang juga Ketua Italian Federation of Augustinian Nuns (IFAN), sebagaimana dikutip Radio mengatakan,  ingin “memberi ruang dalam doa Gereja bagi suara anak-anak dan remaja, yang kadang-kadang dibuat tersinggung, dieksploitasi, dan dilukai.

“Di sini, saya tidak hanya merujuk kepada kasus-kasus pelecehan seksual yang sudah banyak dibicarakan, karena persoalannya jauh lebih luas dan menyangkut semua unsur kemanusiaan,” ujarnya.

Paus Benediktus memilih biarawati tersebut untuk menulis renungan “Jalan Salib” pada Jumat Agung, 22 April ini. Renungan akan dibacakan Ppaus ketika memimpin “Jalan Salib” di Colosseum di Roma, kutip Catholic Herald.

Uskup Belgia

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Radio Nederland melaporkan hari Selasa (12/4), Vatikan belum memutuskan apakah akan memecat uskup Katolik Belgia setelah mengundurkan diri secara tidak terhormat karena menyalahgunakan keponakannya secara seksual. Sanksi akan memperhitungkan beberapa aspek seperti penderitaan para korban.

Vatikan mengatakan mantan uskup Belgia, Uskup Brugge Roger Vangheluwe telah meninggalkan Belgia dan sedang berada di lokasi tersembunyi untuk mendapatkan “pengobatan spiritual dan psikologis”.

Vangheluwe, 74 tahun, mengejutkan Gereja Belgia dengan pengakuan publiknya pada bulan April 2010.

Uskup Roger Vangheluwe yang berusia 73 tahun, mengaku melakukan pelecehan seksual lebih 20 tahun lalu.

Pada bulan April 2010, Paus Benediktus telah menerima pengunduran dirinya yang dibacakan Uskup Agung Belgia Andre-Joseph Leonard.

Vangheluwe adalah uskup Katolik pertama yang mengundurkan diri akibat kasus pastor yang pedofili. Beberapa uskup lain mengundurkan diri  menyusul tuduhan bahwa mereka melindungi pastor yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Uskup Roger Vangheluwre sempat tinggal di sebuah biara di Belgia tapi minggu lalu Duta Besar Vatikan di Brussels mengumumkan kepergiannya dari Belgia.

Selama sepuluh tahun ini, gereja bertekad memperbaiki citranya dalam menangani kasus-kasus terkait pelecehan seksual. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaold migratepelecehan seksuskupvatikan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PAHAM Desak KOMNAS HAM Usut Pembakaran Masjid di Sumatera Utara
Tulisan selanjutnya Mudah Belajar al-Quran dengan “Metode Hanifida”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?