Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Bulgaria Kembalikan Mufti ke Tangan Muslim

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 22 April 2011 21:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Setelah bertahun-tahun berjuang lewat pengadilan, mufti tertinggi yang ditunjuk komunitas Muslim Bulgaria mendapat pengakuan kembali dari negara.

Perselisihan jabatan mufti Bulgaria dimulai saat pemerintah memecat Mustafa Alis Hadzhi sebagai mufti yang ditunjuk oleh  komunitas Muslim negara itu. Sebagai gantinya, pemerintah menunjuk imam zaman komunis, Nedim Gendzhev, yang dikecam masyarakat Muslim sebagai intervensi negara terhadap hak beragama.

Pengadilan Banding Sofia memutuskan hari Kamis (21/4) bahwa Hadzhi sebagai mufti tertinggi yang sah bagi komunitas Muslim di Bulgaria.

Keputusan final pengadilan yang tidak dapat digugat lagi itu membatalkan putusan Pengadilan Kota Sofia, yang menetapkan Genzhev sebagai pemimpin Dewan Tertinggi Muslim Bulgaria.

Jumlah Muslim di Bulgaria mencapai 12% dari total populasi 7,8 juta dan mereka merupakan penduduk asli negara Balkan anggota Uni Eropa tersebut. Banyak di antaranya yang memiliki darah etnis Turki,  yang datang ke negeri itu pada masa kekuasaan Dinasti Utsmaniyah yang berakhir tahun 1878.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Etnis Turki Bulgaria dipaksa meninggalkan negeri itu selama masa “proses kebangkitan” yang berkhir tahun 1980-an. “Proses Kebangkitan” dilancarkan oleh mendiang diktator komunis Todor Zhivkov, yang memaksa Muslim agar meleburkan diri dengan cara memaksa mengganti nama mereka dan mengungsikan lebih dari 300.000 etnis Turki ke negeri tetangga, Turki, pada tahun 1989.

Menurut Amnesty International, sedikitnya 100 Muslim meninggal dunia selama empat bulan, ketika mereka dipaksa mengganti namanya menjadi nama khas Bulgaria dan bahasa Turki dilarang dipakai secara umum. Pada saat yang sama pemerintah komunis melarang kerudung dan kebiasaan-kebiasaan Muslim lain, seperti khitan dan menguburkan jenazah.*

Keterangan foto: Mufti Bulgaria yang sah Mustafa Alis Hadzi. [cihan]

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Bugar kok Telanjang…
Tulisan selanjutnya ABG Zionis Saja Tak Tergila-gila Justin, ABG Kita Menangisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Berita
26 September 2026 17:18
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?