Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sepupu Presiden Suriah Juga Bikin Rakyat Marah

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 23 April 2011 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majalah World Finance tahun ini menganugerahi sepupu pertama Presiden Bashar Al-Assad dengan penghargaan sebagai pemimpin visioner dan berjasa pada pembangunan ekonomi Suriah. Majalah asal London itu menyebutnya sebagai simbol positif perubahan di Suriah. Namun tidak demikian adanya menurut rakyat di negaranya.

“Makhlouf, kamu pencuri!” teriak pengunjuk rasa di selatan kota Daraa baru-baru ini.

Rami Makhlouf, putra mantan komandan Garda Republik Suriah Makhlouf, menguasi perekonomian negara hingga 60% lewat jaringan bisnisnya yang menggurita.

Begitu besarnya pengaruh kekuasaan ekonomi Makhlouf, menurut para bankir dan pakar ekonomi, hampir mustahil bagi orang luar untuk melakukan bisnis di Suriah tanpa melakukan kontak dengannya.

Ketika Amerika Serikat menetapkan sanksi atas Makhlouf di tahun 2008 dengan melarang warga AS melakukan bisnis dengannya, Departemen Keuangan AS menyebut Makhlouf sebagai “pengusaha kuat Suriah yang menimbun kerajaan bisnisnya dengan cara mengeksploitasi hubungannya dengan anggota rezim Suriah.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menggurita
Menurut seorang pakar bisnis, perekonomian Suriah semakin dikuasai keluarga besar Assad sejak Bashar Al-Assad menggantikan kedudukan ayahnya, Hafez Al-Assad, sebagai presiden di tahun 2000.

Perusahaan pria berusia 41 tahun itu merambah mulai dari sektor telekomunikasi, minyak dan gas, konstruksi, hingga industri perbankan, penerbangan dan ritel. Ia bahkan memiliki bisnis bebas pajak dan beberapa sekolah swasta.

Tahun 2000 pemerintah Damaskus menghadiahi Syiriatel izin operasi dan transfer selama 15 tahun. Saham Syiriatel 25% dimiliki  oleh Orascom Telecom asal Mesir dan 75% lainnya dikuasai Drex Technologies, salah satu perusahaan Makhlouf yang terdaftar di British Virgin Islands.

Tahun 2006 Rami Makhlouf mendirikan perusahaan induk utamanya, Cham Holdings. Berdiri dengan modal awal USD365 juta, kini Cham menjadi perusahaan swasta Suriah terbesar yang berfokus di banyak industri.

Anak perusahaannya BENA menangani bisnis properti, Cham Capital Group menangani bisnis keuangan, perbankan dan asuransi, SANA bergelut di bidang energi dan listrik. Pearl Airlines merambah angkasa bisnis penerbangan, Gulfsands Petroleum mengeruk minyak bumi.

Charm Holdings juga mengurusi industri kesehatan dan pendidikan.

Tidak hanya Makhlouf yang berbisnis, menurut para analis, anggota keluarga dekatnya pun merajai bisnis-bisnis kecil, sehingga menimbulkan ketidaksenangan di kalangan pelaku bisnis lainnya.

Melihat situasi di Suriah yang terus memburuk, pekan lalu World Finance mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan kembali penghargaan yang pernah diberikan kepada Makhlouf dan tokoh terkemuka Suriah lainnya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Pemuda Pemberani dari Raksasa yang Zalim
Tulisan selanjutnya Juri Amerika Larang Pastor Bakar Quran di Depan Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?