Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Syeikh At Tarmusi Penyambung Sanad Ulama Nusantara [2]*

Thoriq
Terakhir diupdate: 23 Mei 2011 23:48 11:48 pm
Thoriq
Dipublikasikan 23 Mei 2011 23:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Banyak kalangan Azhariyun menilai bahwa Syeikh Dr. Rif’at Fauzi Abdul Muthallib merupakan salah satu ulama musnid Mesir. Ulama yang perpustakaanya selalu terbuka untuk para pencari ilmu ini, juga telah menyebutkan silsilah sanad beliau untuk kitab Al Umm dan Ar Risalah, hingga Imam As Syafi’i. Demikian pula yang berlaku pada kitab Musnad As Syafi, yang semuanya beliau tahqiq dan takhrij hadits-haditsnya.

Mengenai Syeikh Rif’at ini, salah satu kawan pernah berkisah bahwa saat ia berkunjung ke perpustakaan beliau yang terletak di Hay Sabi’, Madinah An Nashr, Kairo. Kala itu Syeikh Rif’at sempat menunjukkan kitab karya Syeikh At Tarmusi, dengan mengatakan,” Ini karya orang Indonesia…”. Seakan-akan beliau ikut kagum dan ingin menunjukkan bahwa ulama Indonesia juga hebat, serta mendorong agar para Azhariyun Indonesia bisa meniru jejak Syeikh Mahfudz At Tarmusi, selaku ahlu al isnad.

Syeikh Mahfudz At Tarmusi memang pantas untuk dikagumi, apalagi bagi kalangan ahlu al isnad, yang mengatahui dari siapa saja beliau memperoleh ilmu dan dari kitab apa saja. Tidak hanya dalam bidang hadits saja, untuk kitab-kitab tafsir, fikih, qira’at, nahwu-sharaf, akhlak-tashawuf, bahkan sampai amalan dzikir, semuanya berasal dari para ulama yang memilki sanad bersambung hingga penulis kitab-kitab tersebut.

Berikut ini nama-nama kitab yang beliau pelajari dari berbagai disiplin ilmu yang seluruhnya bersanad hingga penulisnya, yang ditulis oleh Syeikh Al Muahfudz dalam karya beliau yang berjudul, Kifayah Al Mustafid li Ma ‘Ala min Al Asanid.

Tafsir

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Syaikh Mahfudz At Tarmusi telah mengkaji beberapa kitab tafsir seperti Tafsir Al Jalalain, yang merupakan karya Imam Jalaluddin Al Mahalli (864 H) dan Imama Jalaluddin As Suyuthi (911 H), Tafsir Al Baidhawi (691 H), Tafsir Imam Al Fakhr Ar Razi (626 H), Tafsir Al Baghawi (516 H), Tafsir Al Khatabi As Syarbini (977 H), juga Ad Dur Al Mantsur karya Imam As Suyuthi. Semua kajian Syeikh Mahfudz At Tarmusi terhadap kitab-kitab tersebut bersanad yang sampai kepada para penulisnya.

Hadits

Kitab-kitab hadits yang pernah dipelajari oleh Syeikh Mahfudz melingkupi Al Jami’ As Shahih yang ditulis oleh Imam Al Bukhari (256), yang beliau simak 4 kali khatam dari Syeikh As Sayyid Abu Bakr Syatha. Beliau juga memiliki jalan periwayatan lain yang lebih pendek tentang kitab ini dari As Sayyid Husain bin Muhammad Al Habsyi. Selain Shahih Al Bukhari, beliau juga telah mempelajari Shahih Muslim (261 H), Sunan Abu Dawud (275 H), Sunan At Tirmidzi (279 H), Sunan An Nasa`i (303 H), Sunan Ibnu Majah (273 H), dengan bersanad.

Sanad hadits Syeikh Mahfudz juga sampai kepada para ulama mujtahid madzhab yang membukakan hadits. Diantaranya adalah Al Muwaththa’ Imam Malik (179 H) riwayat Yahya bin Yahya, Musnad Imam As Syafi’I (204 H), Musnad Abu Hanifah (200 H), Musnad Ahmad (241 H), Mukhtashar Ibnu Abi Jamrah (695 H), As Syifa` Qadhi Iyadh (544 H), As Syamail At Tirmidzi, Al Arba’in An Nawawiyah (676 H), Al Jami’ As Saghir karya Imam As Suyuthi, Al Mawahib karya Al Qasthalani (923 H). Dalam kitab sejarah, kitab As Sirah Al Halabiyah karya Ali Al Halabi (1044 H) serta As Sirah karya As Sayyid Ahmad Dahlan (1304 H), Syeikh Mahfudz pun memiliki sanadnya.

Fiqih

Beberapa kitab fikih yang dikaji oleh Syeikh At Tarmusi juga sanadnya menyambung kepada penulis. Di antaranya adalah Tuhfah Al Muhtaj dan karya Ibnu Hajar Al Haitami (964 H) lainnya. Selain itu ada juga Nihayah Al Muhtaj dan lainnya dari karya Imam Ar Ramli, Al Iqna dan Mughni Al Muhtaj karya Khatib As Syarbini. Periwayatan kitab-kitab karya Imam An Nawawi (676 H) dan Imam Ar Rafi’i (623 H) juga beliau miliki.

Ilmu Alat

Kitab-kitab ilmu alat yang dipilajari Syeikh Mahfudz juga diambil dari para ulama yang sanadnya sampai kepada penulis. Dari kitab-kitab tersebut adalah Matn Al Ajurrumiyah, karya Muhammad As Shanhaji (723 H), Al Alfiyah Ibnu Malik (672 H), Mughni Al Labib karya Ibnu Hisyam (761 H), Kitab Sibawaih (180 H), As Shihah karya Imam Al Jauhari (393 H), Al Qamus karya Fairuz Abadi (816 H), Talhis Al Miftah karya Khatib Jalal Ad Din Al Qazwini (739 H), Arus Al Afrah karya Bahauddin As Subki (763 H), Uqud Al Juman karya Imama As Suyuthi, As Syathibiyah (590 H), Syarh Al Baiquniyah, karya Az Zurqani (1122 H), serta Syarh An Nukhbah karya Ibnu Hajar serta Alfiyah Al Iraqi (806 H) yang disyarah oleh Ibnu Hajar.

Ilmu Ushul dan Aqidah

Kitab-kitab ilmu ushul fiqih yang sanadnya dimiliki oleh Syeikh At Tarmusi juga bersambung kepada para penulisnya antara lain, Al Waraqat karya Imam Al Haramain (478 H), Syrah Mukhtashar Ibnu Hajib karya Adhad Ad Din Al Iji (756 H), Minhaj Al Wushul karya Imam Al Baidhawi, serta Jam’u Al Jawami’ karya Taj Ad Din As Subki (771 H). Sedangkan dalam kitab aqidah seperti Al Jauharah karya Imam Al Laqani dan Al Umm Al Barahin karya Imam As Sanusi (895 H), Syeikh At Tarmusi juga memiliki sanadnya.

Akhlak dan Tashawuf

Untuk Kitab-kitab yang berkenaan dengan tashawuf dan akhlak seperti Al Hikam karya Ibnu Athaillah As Sakandari (709 H), Ar Risalah Al Qusyairiyah (475 H), Minhaj Al Abdidin dan Al Ihya’ karya Imam Al Ghazali (505 H), Awarif wa Al Ma’arif karya Imam As Suhrawardi (632 H), Syeikh Mahfudz At Tarmusi juga memiliki sanadnya hingga para penulisnya.

Tidak hanya kitab, namun amalan-amalan juga sampai kepada para ulama, salah satunya adalah hizb An Nawawi yang diamalkan oleh Imam An Nawawi.

Masih banyak kitab lainnya dimiliki periwayatannya oleh Syeikh Mahfudz At Tarmusi, karena banyak kitab yang tidak beliau sebutkan judulnya, namun beliau cukupkan dengan penulisnya, dengan menyebutkan semisal, “seluruh karya Imam Al Ghazali”.

Membukukan Guru dan Periwayatan, Tradisi para Ulama

Dengan demikian, di samping menjaga tradisi para salaf dalam mencari ilmu, memperoleh ilmu dengan cara mengambil dari guru yang memiliki sanad sampai ke penulis kitab, meminimalkan kesalahan pemahaman menganai isi kitab tersebut.

Sedangkan Syeikh Mahfudz At Tarmusi mencatat sanad yang beliau miliki, juga dalam rangka meneladani para ulama sebelumnya. Sebagaimana juga Imam An Nawawi menjelaskan bahwa hendaknya pengajar ilmu dan para pencarinya memahami sanad, dinilai buruk bagi mereka yang jahil terhadapnya, karena para guru manusia dalam ilmu merupakan bapak-bapak mereka dalam dien, yang menyambungkan antara dia dan Rabb Al Alamin. Sebagaimana juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar secara marfu,” Ilmu adalah dien dan shalat adalah dien. Maka lihatlah dari siapa kalian mengambil ilmu dan bagaimana kalian melaksanakan shalat tersebut. Sesungguhnya kalian ditanya pada hari kiamat.” (Riawayat Ad Dailami)

Dalam tradisi para ulama, buku yang ditulis seorang ulama untuk menjelaskan para guru dan periwayatan dari mereka, disebut sebagai tsabat, dengan bentuk plural atsbat. Yang kemungkinan berasal dari kata at tsabt, yang bermakna hujjah. Dengan demikian kitab tersebut merupakan hujjah bagi penulisnya, karena disebutkan di dalamnya para guru dan sanadnya. Hal ini berlaku bagi ahlu al masyriq, yakni mereka yang hidup di belahan bumi bagian timur. Sedangkan kalangan ahlu al maghrib (penduduk dunia bagian barat) menyebutnya sebagai fahras.

________________________________

Tulisan ini disadur dari “Kifayah Al Mustafid li Ma ‘Ala min Al Asanid”, karya Al Muhaddist Al Musnid Al Faqih As Syeikh Muhammad Mahfudz bin Abdillah At Tarmusi Al Jawi Al Indunisi, terbitan Dar Al Basyair.

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NII Gadungan Dapat Dikategorikan Sebagai Kejahatan.
Tulisan selanjutnya Sisi Religius di Balik Mbah Surip

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah

Berita
25 Oktober 2026 14:12
Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Terbaru

  • Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
  • Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
  • Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional
  • Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah
  • Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
  • Didanai Beijing, Pentagon Anggap Confucius Institutes Ancaman Bagi Keamanan Negara AS
  • Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim
  • Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
  • Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?