Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Ribu Anak Alami Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Belanda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2011 21:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah penyelidikan independen di Belanda menemukan bahwa para pastur Katolik di negara itu telah melakukan pelecehan secara seksual atas puluhan ribu anak sejak tahun 1945, menambah deretan laporan serupa di negara-negara Eropa dan Amerika.

Puluhan ribu anak diperkirakan mengalami pelecehan seksual oleh para pendeta dan tokoh agama Katolik Roma di Belanda dalam 65 tahun terakhir, namun para pejabat gereja gagal mengambil tindakan yang memadai atau melaporkannya masalah tersebut kepada polisi, demikian laporan hasil penyelidikan sebuah Komisi Independen di negara tersebut, Jumat (16/12/2011) lalu.

Menurut lembaga yang dibentuk oleh Konferensi Uskup dan Ordo-ordo Agama di Belanda itu, banyak korban menghabiskan sebagian masa kecil mereka di lembaga-lembaga Katolik seperti sekolah dan panti asuhan, dimana risiko penyalahgunaan adalah dua kali lebih tinggi dari pada populasi umum. Namun, sering kali keluhan anak-anak di bawah umur ini diabaikan atau ditutup-tutupi oleh otoritas yang lebih berniat melindungi reputasi gereja daripada menyediakan perawatan bagi korban pelecehan.

Penyidik juga mengungkapkan bahwa otoritas dalam gereja-gereja Katolik di Belanda terfragmentasi, dengan masing-masing keuskupan diberikan kekuasaan untuk menangani masalah sendiri. Tidak ada kebijakan terpusat terorganisir atau prosedur yang berkaitan khususnya dengan kasus pelecehan seksual.

Menanggapi laporan Komisi Independen, Wim Eijk, Uskup Agung di Utrecht, melalui media lokal dan nasional menyatakan permohonan maaf kepada para korban dan masyarakat di Belanda atas apa yang terjadi selama kurun waktu 1945-2010 itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikutip Voice of America, laporan itu memicu Uskup Utrecht Wim Eijk menunjukkan rasa malu dan mengajukan permohonan maaf.

Komisi independen ini mulai bekerja bulan Agustus 2010 menyusul sejumlah dugaan pelecehan di sebuah sekolah Katholik di Belanda Timur, yang mendorong korban-korban lainnya untuk muncul.

Komisi itu juga melakukan survei besar-besaran atas lebih dari 34 ribu orang, guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh atas skala dan bentuk pelecehan yang diderita anak-anak Belanda.

Laporan itu memperkirakan, satu dari sepuluh anak di Belanda telah mengalami beberapa bentuk pelecehan, dan satu dari lima anak-anak pernah tinggal dalam satu lembaga – baik lembaga Katholik atau bukan.

Ia menyatakan laporan tersebut telah “memenuhi kita (Vatikan dan Pejabat-pejabat Gereja Katolik) dengan rasa malu dan kesedihan”. Ia mengaku waktu-waktu tersebut adalah “bab gelap dalam sejarah kehidupan agama” dan karenanya ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama yang dibuat oleh para pendahulunya.

Semoga dengan terungkapnya laporan ini, pejabat-pejabat gereja baik dari kalangan Katolik maupun Protestan di seluruh dunia semakin lebih mawas diri dan mau bertindak tegas untuk menindak anggota-anggotanya yang melanggar kebenaran firman Tuhan dan juga hukum. Mari jadikan gereja benar-benar sebagai tempat pemberi jawaban bagi persoalan yang terjadi di dunia ini dan bukan justru pembawa persoalan.*

Keterangan: Uskup Utrecht di Belanda, Wim Eijk (tengah) menyampaikan permintaan maaf atas pelecehan seksual terhadap anak-anak di lingkungan gereja Katholik Belanda (16/12).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bedah Buku “Empat Kuliah Agama Islam” Karya Dr. H.M. Rasjidi
Tulisan selanjutnya Menjadi Kaya Juga Perlu, Tapi…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?