Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah akan Kembalikan Pengungsi Syiah ke Sampang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2013 08:30 8:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2013 08:30
Bagikan
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menyatakan pemerintah akan mengembalikan komunitas Syiah Sampang dari pengungsian ke kampung halaman semula, namun pelaksanaannya menunggu “lampu hijau” dari para ulama setempat.

“Kami sudah menyiapkan program infrastruktur saat mereka yang di pengungsian kembali ke Sampang, tapi kami menunggu para ulama. Kalau para ulama dan Gubernur Jatim bilang `go` (jalan), maka kami jalan,” katanya di Rektorat IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Selasa malam dikutip Antara, Selasa (23/07/2013).

Ia mengemukakan hal itu dalam pertemuan rekonsiliasi di Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, Wakapolda Jatim, Ketua MUI Jatim, Ketua PWNU Jatim, Ahlul Bait Indonesia (ABI), Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Iklil (komunitas Syiah Sampang), dan para ulama se-Madura.

Pihaknya menyatakan menunggu “lampu hijau” dari para ulama dan Gubernur Jatim, karena pihaknya tidak mungkin melakukan program yang sudah disiapkan, tapi di kemudian hari justru muncul konflik lagi, sehingga semuanya sia-sia.

“Program infrastruktur yang kami rencanakan adalah pembenahan rumah di dua desa yang dilanda konflik. Nanti pembenahan rumah ditingkatkan hingga dua kecamatan di desa-desa itu, bahkan kami juga akan mengembangkan ke pesantren,” katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Di hadapan para ulama Madura, ia menegaskan bahwa program infrastruktur pada dua desa yang dilanda di Sampang dan akan dikembangkan itu bukan semata-mata akibat masalah pengungsi dari komunitas Syiah.

“Bukan soal pengungsi, tapi Presiden sudah beberapa kali mengadakan rapat koordinasi bahwa pembangunan harus pro-Madura untuk membangun Madura lebih baik, karena itu saya sudah menurunkan tim verifikasi untuk mengecek rumah-rumah tak layak,” katanya.

Namun, pemerintah masih menunggu sinyal penerimaaan dari ulama dan pemerintah daerah, sebab bila terjadi konflik lagi justru akan merugikan pemerintah.

“Pemerintah sekarang disoroti tidak melindungi minoritas, padahal masalah sebenarnya bukan soal Sunni-Syiah seperti dilaporkan media massa, melainkan masalah penodaan agama seperti yang sudah divonis pengadilan,” katanya.

Senada dengan itu, Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan hukum sudah diputus secara final, karena itu kini tinggal menyelesaikan persoalan sampingan.

“Yakni jangan kembali ke penodaan lagi, tapi ke infrastruktur,” katanya.

Dalam pertemuan rekonsiliasi yang dipandu Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof Abd A`la itu, para ulama yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama se-Madura (Bassra) dari empat kabupaten mendukung rencana pemerintah untuk melakukan pengembalian pengungsi komunitas Syiah di Jemundo, Sidoarjo, ke kampung halaman di Sampang.

“Kami siap menerima mereka kembali ke Sampang, tapi syaratnya mereka harus mematuhi vonis pengadilan yang `inkracht` hingga banding ke tingkat MA yakni kasus Tajul Muluk itu penodaan agama,” kata ulama Bassra Sampang, KH Jakfar Shodiq.

Dalam kesempatan itu, peserta pertemuan dari ABI Jatim, IJABI Jatim, dan PWNU Jatim juga mendukung rencana rekonsiliasi itu.

“Kami siap mendukung rekonsiliasi dengan dialog dan silaturrahim, jangan sampai ada paksaan. Kalau paksaan itu tidak akan melahirkan perubahan, tapi ubah dengan pencerahan,” kata Zahid dari ABI Jatim.

Sebelumnya, bulan Juni, pemerintah Jawa Timur memindahkan penganut Syiah Sampang yang selama ini mengungsi di lokasi gedung olahraga (GOR) Wijaya Kusuma Sampang, Madura.

Masyarakat setempat yang mayoritas NU  masih tidak menerima mereka, salah satunya adalah banyaknya pemberitaan media massa yang menyudutkan dan lebih berpihak pada Syiah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ABIIAINIJABINUrelokasiSyiah Sampangulama madura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuda Muhammadiyah Minta SBY tak Ikut Tanggapi FPI
Tulisan selanjutnya Rezim Myanmar janji Bebaskan 70 Tahanan Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?