Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bangsa Indonesia Sedang Hadapi Krisis Ulama

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 8 Mei 2012 08:16
Bagikan
Pesantren dan pendidikan Islam harus menjadi pusat keilmuan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dalam era globalisasi dan hegemoni peradaban Barat saat ini, seyogyanya para ulama dan cendikiawan Muslim juga memahami paham-paham yang berasal dari Barat yang menggerogoti aqidah umat. Paham dan pemikiran seperti pluralisme agama, sekularisme, liberalisme dan hermeneutika kini telah diajarkan dan disebarluaskan dan diajarkan lewat lembaga-lembaga pendidikan berlabel Islam.

Sementara di satu sisi, begitu banyak kalangan cendikiawan Muslim atau para ulama yang tidak dapat melakukan respon yang tepat,atau melakukan counter paham sesat tersebut disebabkan karena tidak paham dengan apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Pernyataan ini disampaikan Dr.Adian Husaini, MA  dalam seminar “Ulama, Pendidikan dan Tantangan Zaman”,yang diprakarsai Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jabar di Bandung.

Adian menambahkan, tantangan umat ke depan semakin berat di tengah terpaan arus pemikiran Barat yang kian gencar. Sementara di dalam diri umat Islam sendiri juga terjadi problem, salah satunya adalah regenerasi ulama yang lambat atau bahkan terhenti.

“Boleh dikata saat ini kita sedang mengalami krisis ulama, banyak ulama besar meninggal dunia namun yang sekaliber dengannya belum ada lagi,” ujar Ketua Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya lambatnya regenerasi ulama salah satunya juga disebabkan pola pendidikan yang ada. Sehingga pesantren ataupun fakultas agama Islam di perguruan tinggi tidak lagi menjadi pilihan utama. Selain itu lulusan pesantren atau jurusan agama dianggap tidak mempunyai masa depan atau sulit mencari pekerjaan.

Oleh karena itulah Adian berharap di Indonesia akan kembali memunculkan ulama-ulama sejati yang bukan hanya faqih fid-din,tetapi segala bidang ilmu termasuk iptek, juga bersungguh-sungguh memikirkan dan menyelesaikan problematika umat seperti sekarang ini.

“Kita berharap pesantren dan lembaga pendidikan Islam benar-benar menjadi pusat keilmuan (imtaq dan iptek) dan kaderisasi ulama yang tangguh, shaleh dan beraqidah lurus. Sehingga umat Islam tidak harus belajar ke negara-negara yang bukan pusat kajian keislaman (Amerika dan Eropa),” imbuhnya.

Sementara itu Ketua MUI Kota Bandung, Prof. Dr.KH. Miftah Faridl, yang turut menjadi narasumber sependapat dengan Adian. Menurutnya realitas yang terjadi bahwa dalam dunia keulamaan, kita sedang mengalami kemunduran.

Dalam berbagai disipilin ilmu, para ilmuwan semakin meningkat tetapi dalam hal ilmu agama semakin berkurang. Kita, sambung Miftah, sulit menemukan kembali ulama –ulama seperti Imam Syafi’i, Al-Ghazali atau Ibnu Taimiyyah.

“Fenomena yang terjadi sekarang bahwa selain ulama meninggal dunia, ada ulama yang meninggalkan umat atau ulama yang ditinggalkan umat karena kesibukan dia di bidang yang lain, termasuk mungkin karena sibuk dalam aktivitas politik praktis,” ujar Guru Besar ITB tersebut.

Miftah menambahkan salah satu dampak dari fenomena krisis ulama adalah adanya kedangkalan dalam bidang fatwa. Padahal sebenarnya yang bisa memfatwakan hukum bukan hanya ditingkat nasional tetapi hingga tingkat kecamatan karena masalah-masalah khusus.

Miftah berharap adanya “reformasi” pendidikan dan kaderisasi ulama.Termasuk penyadaran orientasi pendidikan itu sendiri yang harus terbebas dari orientasi materialisme, liberalisme dan sekulerisme.

Acara seminar tersebut diakhiri dengan launching Majelis Ta’dib Jawa Barat yang dilakukan oleh Ketua Dewan Dakwah Jabar,Drs.KH Bahrul Mayat,MA. Majelis Ta’dib sendiri diharapkan mampu menjadi wadah pemikir muda Islam yang akan melahirkan ulama yang mumpuni di segala bidang.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Generasi Muda Diharapkan Menjadi Jurnalis Pejuang
Tulisan selanjutnya Hasyim Muzadi Ajak Waspadai Diskusi God, Liberty & Love

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?