Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Disidang Warga, Tiga Oknum Janji Tak Lakukan Pemurtadan Lagi

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate:
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 18 Mei 2012 09:49
Bagikan
Keterangan: pelaku menandatangani surat pernyataan dihadapan aparat
Bagikan

Hidayatullah.com—Layaknya acara jalan-jalan atau tamasya harusnya menjadi moment yang membahagiakan.Panorama alam dan suasana baru yang belum pernah di lihat atau dinikmati menjadi bayangan indah yang terpancar dari rona peserta wisata. Namun tragis acara wisata tersebut. Setidaknya itulah yang dialami 29 orang warga Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut.

Ahad (06/05/2012) mereka awalnya diajak berwisata ke alam terbuka dengan keindahan pegunungan yang berhawa sejuk di kawasan Bandung Selatan, ternyata oleh pimpinan rombongan malah dibawa ke sebuah gereja di daerah Pangalengan Kabupaten Bandung.

29 warga yang masih lugu tersebut seolah tidak sadar dan hanya terpana tatkala dibawa masuk dan melihat orang-orang yang tengah mendengarkan khotbah.

Acara dilanjutkan dengan bernyanyi dan berdoa. Walaupun tidak langsung dibaptis dan hanya sekedar mengiktui kegiatan ibadat mereka, apa yang mereka rasakan itu, upaya pemurtadan. Setidaknya itulah pengakuan para saksi korban yang berhasil dihimpun hidayatullah.com

Seperti diketahui, Rabu (16/05/2012) Opa alias Danu, Caca dan Didin yang menjadi pimpinan wisata tersebut diintrograsi di hadapan aparat Desa Sukamulya,Kec.Talegong,Kab.Garut yang terdiri dari Kepala Desa,MUI Desa,Tokoh Masyarakat juga ormas Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ketiganya mengaku mengajak warga di daerah tersebut untuk ikut kegiatan wisata sesat tersebut.Dari mulutnya juga terungkap masing-masing orang dijanjikan uang pengganti ongkos asalkan mereka ikut pada kegiatan itu.

“Rata-rata per orang mendapat tiga puluh lima ribu rupiah, diberi makan, tas sekolah dan juga ada yang mendapat susu bagi bayi. Saya sendiri mendapat uang sebesar Rp.1,8 juta dari Pak Roni yang berasal dari Jakarta,” aku Danu di hadapan puluhan anggota ormas Islam yang terdiri dari Gardah, Gempa, Gapas, Laskar Umat Islam, Front Ummat Islam, Laskar Sabilillah dan AK-12.

Sementara itu d itempat yang sama, Ketua Pagar Aqidah (Gardah) Suryana Nurfatwa menjelaskan bahwa umat Islam terpaksa melakukan hal itu agar ketiganya merasa jera dan tidak melakukan kegiatan pemurtadan lagi.

“Apa yang dilakuakan umat Islam ini merupakan bentuk perang kepada kegiatan pemurtadan.Pelaku harus bertanggung jawab,” imbuh Suryana dengan nada tinggi.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Gerakan Muslim Anti Pemurtadan (Gempa), Ujang Mujadid, bahwa kejadian ini merupakan bukti bila misionaris terus bekerja melakukan Kristenisasi di Indonesia. Pihaknya juga tidak akan tinggal diam.

“Siapa saja (orang atau lembaga) yang melakukan pemuratadan akan berhadapan dengan kami.Ini tidak boleh dibiarkan dan ditolelir,” tegasnya.

Sementara itu aparat Desa Sukamulya yang diwakili Ketua MUI Desa Sukamulya, Amas Al Uyan, mengajak umat Islam untuk terus mengawal kasus tersebut  agar segera dituntaskan dan menyeret pelakunya melalui jalur hukum. Dirinya berharap pihak-pihak yang terkait kasus pemurtadan harus mendapat tindakan tegas agar mereka tidak mengulangi perbuatannya dan ada efek jera bagi pelaku maupun calon pelaku.

Dalam kesempatan tersebut juga terungkap ketiga pelaku saat diperiksa KTP-nya ternyata  masih tertulis Islam padahal yang bersangkutan mengaku telah murtad sejak tahun 2007. Bahkan dari narasumber yang tidak bersedia sebut namanya,mengatakan yang bersangkutan beberapa minggu ke belakang saat membuat KTP Elektronik, ketika sempat ditanya sampai 3 kali soal agamanya.Namun yang bersangkutan justeru menyatakan agamanya masih Islam padahal keyakinan dan aktivitasnya telah berubah.

Pada pertemuan yang berlangsung di kantor Desa Sukamulya selama lebih dari 4 jam itu akhirnya diputuskan. Danu, Caca dan Didin menyatakan akan meninggalkan daerah Garut tertanggal surat pernyataan yang mereka buat. Mereka juga berjanji tidak akan melakukan kegiatan pemurtadan di manapun mereka berada serta apabila mereka melanggar maka siap dilaporkan ke aparat dan diproses melalui jalur hukum.

“Saya siap mematuhi semuanya,” tegas Danu dengan wajah tertunuduk.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak-cucu Dibebani Utang Negara, UU Keuangan Negara Digugat
Tulisan selanjutnya JITU Ajak Shalat Ghaib Untuk Jurnalis Korban Shukoi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?