Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bagi Kaum Feminis, Ilmu Pengetahuan Seolah Berjenis Kelamin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Mei 2012 07:52
Bagikan
Henri dalam diskusi bertopik feminisme dan gender
Bagikan

Hidayatullah.com– Lahirnya feminism dipicu oleh ketertindasan wanita di Barat dengan adanya inkuisisi, yang memang sangat menyakitkan. Pernyataan ini disampaikan peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Henri Shalahuddin, MA dalam acara diskusi hari Sabtu (19/05/2012) lalu.

Menurut Henri,  feminisme berawal dari pernyataan perempuan tentang kekuatannya, di mana awalnya bukanlah teori tapi ia berasal dari tindakan personal sendiri. Sejarah gender, awalnya digunakan untuk menjelaskan pembagian jenis kelamin kata benda dalam grammatika bahasa Inggris. Lalu pada 1955 seksolog Jhon Money memperkenalkan istilah sex untuk menunjuk pada klasifikasi biologis laki-laki atau perempuan dan memperkenalkan istilah gender untuk menunjuk pada perbedaan perilaku berdasar jenis kelamin.

Namun, Ide Jhon Money baru menyebar luas pada tahun 1970-an, yaitu ketika teori feminis mengurai perbedaan antar jenis kelamin biologis dan konstruksional gender. Barulah kemudian pada akhir 1990-an melalui proses pengulangan, “gender” telah membentuk commonplace wisdom (kebijakan umum) dari sebuah disiplin keilmuan.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang definisi gender menurut World Health Organization: Gender is used to describe characteristics of woman and men, which are socially constructed.“ Padahal menurut Henri, defenisi itu kurang tepat.

“Jika  gender adalah jenis kelamin sosial yang dibentuk sejak masa kanak-kanak dalam keluarga dan lingkungan sosialnya, itu menentang kodrat. Bahkan ada para penafsir liberal yang menggunakan QS an-Nisa: 34, Arrijalu qowwamu ‘alannisaa’ yang artinya laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan dan menafsirkan rijal  itu yang mobilitasnya tinggi. Maka, jika ada perempuan yang mobilitasnya tinggi maka dia bisa disebut rijal dan berhak memimpin laki-laki. Gender dipandang sebagai cara utama untuk menandai hubungan kekuasaan, maka Joan W. Scoff membangun konsep gender melalui konstitusi. Inilah wacana kontroversial yang dijadikan undang-undang.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Istilah gender sendiri, menurut Henri, digunakan untuk meruntuhkan asumsi bahwa karakteristik laki-laki dan perempuan lebih ditentukan secara biologis dan kultural.

Kemudian, konsep gender diarahkan untuk menyamai, menyaingi bahkan merebut peran laki-laki di ranah publik. Sebab kaum perempuan merasa cenderung dikategorikan sebagai simbol yang lemah dan bergantung.

Hanya saja, dalam Islam, tidak seperti itu. Contoh kasusnya adalah hubungan antara Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam dengan istrinya Siti Khadijah.

“Khadijah sama Nabi gajinya tinggian siapa?” kemudian dengan serentak audiens menjawab “Khadijah….”

“Yang jadi pemimpin rumah tangga Khadijah atau Nabi?,” ujar Henri. Audiens yang dipenuhi kaum hawa serentak menjawab “Nabi”.

Perbedaan kedudukan wanita dan pria dalam Islam dalam konsep gender dan feminisme ini jelas berbeda jauh. Sebab kaum feminism, justru ingin mewujudkan kesetaraan gender secara kuantitatif, alias sama persis.

“Agenda feminis mainstream adalah mewujudkan kesetaraan gender secara kuantitatif (50:50), yaitu pria dan wanita harus sama berperan baik di luar maupun dalam rumah. Bagi kaum feminis, dasar perbedaan peran gender adalah produk budaya, bukan kodrati. Perbedaan pria wanita bagi mereka pada 3 M (menstruasi, menyusui, melahirkan) dan ini bukan alasan bagi wanita untuk menjadi ibu. Tapi, lagi-lagi ini tidak tepat,” ujar pria yang kini sedang melanjutkan program S3 di Univeristi Malaya dan meneliti masalah gender ini.
Hanri juga mengkritik kaum feminis yang jika kalah berdebat selalu menggunakan tameng kalimat, “Itu kan perspektifnya laki-laki” atau bahkan menganggap penafsiran yang digunakan adalah penafsiran yang berasal dari laki-laki.

“Seakan-akan bagi para feminis, ilmu pengetahuan itu berjenis kelamin”, kritiknya.*/nunu karlina, sarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminisold migratepengetahuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Hasyim Muzadi: Yang Tolak Lady Gaga Pun Karena HAM
Tulisan selanjutnya Gara-Gara Nama Batal ke Amerika, Padahal Robotnya Juara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?