Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

“Pesantren” Punk Muslim Cetak Anak-anak Jalanan Jadi Muslim Lebih Baik

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Agustus 2012 12:44
Bagikan
Punk Muslim, Anak Jalanan Juga Cinta Agama Dan Bukan Tukang Minta-minta
Bagikan

Hidayatullah.com–Warna-warni Ramadhan 2012 ternyata tidak juga ingin disia-siakan oleh komunitas Punk Muslim. Komunitas yang didirikan pada tahun 2007 tak bisa melupakan makna kehidupan jalanan dalam dirinya. Memasuki era generasi ketiga kaderisasinya, Punk Muslim mengadakan kegiatan “Punksantren Jalanan”. Kegiatan Punksantren yang merupakan plesetan dari kata pesantren ini diadakan dari hari Jum’at-Senin (10-14/08/2012).

“Tujuan acara ini sih sederhana, kami hanya mau merekrut sebanyak-banyaknya anak punk dan anak-anak jalanan untuk rehat sebentar dari kehidupan jalanan dan menikmati bekal agama sebelum mereka melanjutkan hidup setelah idul fitri nanti,” jelas Ahmad Zaki, salah satu pembina Punk Muslim kepada hidayatullah.com (16/08/2012).

Perekrutan anak-anak Punk dan jalanan inipun terbilang cerdas. Biasanya, Punk Muslim memberikan bantuan advokasi kepada teman-temannya yang terkena razia Polisi Pamong Praja (Pol PP). Setelah membebaskan mereka dari penjara Pol PP. Punk Muslim lantas menyuruh anak-anak ini tinggal dan menetap di markas mereka. Markas Punk Muslim sendiri ada di dekat terminal Pulo Gadung Jakarta Timur.

Dari strategi ini, alhamdulillah angkatan ketiga Punk Muslim telah bertambah. Sebanyak 40 anak-anak jalanan dan street Punk telah bergabung menjadi anggota baru. Walau tidak mudah untuk membina mereka menjadi seorang Muslim yang baik. Punk Muslim sendiri melihat ada perubahan secara pelan-pelan.

“Ya Alhamdulillah, pelan-pelan ada yang berhenti pakai obat-obatan. Berhenti mabuk-mabukan. Kalau ngamen sih agak susah. Karena itu memang mata pencaharian kita,” jelas Luthfi,  anggota senior Punk Muslim menjelaskan mengenai adik-adiknya yang baru bergabung tersebut.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

Acara Punksantren ini sendiri semakin semarak dengan kehadiran Ustad Ahmad Rosyidin. Ahmad Rosyidin selain dikenal sebagai guru spiritual penyanyi pop religi Opick. Ia juga termasuk yang peduli dengan dakwah jalanan ini.

Hal berkesan dalam acara Punksantren ini adalah ketika melihat para peserta ini melakukan tahajud. Pertarungan antara rasa malas, ngantuk dan keinginan untuk berubah begitu terasa. Banyak peserta yang tidak bisa diam saat mengikuti lantunan ayat Qur’an saat sholat tahajud berjamaah.

“Ya gitu deh, namanya juga baru pertama kali, ada yang garuk-garuk leher, lirak lirik kanan kiri, gemes karena Imam nggak rukuh rukuh..hahhahaha.. tapi seru karena mereka ikut sampai tahajud selesai,” jelas Zaki sambil tertawa menemani haru menceritakan bagaimana perlawanan diri anak-anak Punk Muslim.

Yang tidak kalah serunya, setelah tahajud ada sesi muhasabah. Biasanya kalau sesi Muhasabah ini ustad akan mengajak peserta merenung tentang kematian dan tujuan hidup. Bukannya pada khusyu’, tidak ada angin dan tidak ada hujan para peserta banyak yang kesurupan.

“Padahal panitia nggak nyiapin sesi ruqyah jin, pada bingung waktu itu semua panitia,” jelas Luthfi menambahkan bagaimana kejadian di acara yang diadakan di Sanggar Creatif Anak Bangsa, Kelurahan Pisangan Ciputat Tangerang Selatan tersebut.

Alhamdulillah, salah satu pembicara Ustad Junaedi ternyata seorang ahli ruqyah jin. Setelah dibacakan ayat-ayat Al Qur’an alhamdulillah anak-anak yang kesurupan pun bisa sembuh kembali.

“Jin jalanannya pada nggak suka kali ya..,” celetuk Zaki lagi.

Tidak Bolong

Selain kajian keislaman, kegiatan curhat dan motivasi, acara ini juga mengagendakan sahur bersama. Bukan hanya di antara para peserta. Sahur bersama ini diadakan selain di daerah Ciputat juga di terminal Pulo Gadung. Termasuk kegiatan sebar makanan untuk buka bersama. Hebatnya lagi, sebagian besar biaya kegiatan ini didapatkan dari hasil mengamen para anggota.

“Ya semua biaya ada yang dari donatur, sebagian besar dari kolekan (patungan) anak-anak dari hasil mengamen. Kita juga bisa dong membuktikan semangat tangan di atas. Anak jalanan bukan berarti nggak bisa hidup mandiri kan?” ujar Lutfhi kepada hidayatullah.com.

Tidak sedikit dari sentuhan dakwah Punk Muslim ini. Anak-anak jalanan dan Punk berubah. Di antara perubahan mendasar dalam diri mereka adalah berhenti mabuk-mabukan. Mulai dari menghirup lem aibon hingga kecanduan alkohol dan ganja.

Seluruh anggota Punk Muslim generasi ketiga ini saat ini dipastikan sudah meninggalkan budaya buruk tersebut. Mereka justru rajin melakukan shalat lima waktu, di antara panas terik matahari mengamen mencari nafkah. Puasa Ramadhan kali ini, mereka pun tidak ada yang bolong.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 2 Juta Orang Mencari Lailatul Qadr di Masjidil Haram
Tulisan selanjutnya PPP Tolak Buah Impor Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?