Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara-negara Bekas Uni Soviet Larang Lambang Palu Arit

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2012 11:25
Bagikan
Simbul ini dilarang di Georgia, Moldova, Eropa Timur, sekarang Ukraina
Bagikan

Hidayatullah.com—Negara-negara Bekas Uni Soviet melarang semua lambang komunisme, palu arit dan bintang.

Di Lviv, Ukraina barat, kelompok nasionalis berdemonstrasi tahun lalu untuk mencegah kelompok komunis membawa bendera merah ke tugu peringatan Perang Dunia Kedua di kota itu. Tahun ini, pemerintah kota Lviv melarang semua pemajangan simbol-simbol Komunisme dan Nazi.
 
Larangan atas lambang palu arit dan swastika dilakukan setelah adanya larangan serupa di wilayah Baltik, di Georgia dan di banyak negara Eropa Timur. Moldova menerapkan larangan itu tanggal 1 Oktober.
 
Di depan Gedung Opera Lviv, di mana patung Lenin pernah berdiri, sekarang terdapat air mancur. Di dekat statsiun kereta api, di mana dulu ada air mancur, sekarang ada patung Stepan Bandera, pemimpin Organisasi Nasionalis Ukraina yang anti-Soviet.
 
Sergiy Kudelia, pakar ilmu politik di Lviv, mengatakan, “Monumen-monumen baru yang kita lihat sedang dibangun adalah monumen bagi para pahlawan nasional, yang dipandang di sini sebagai pahlawan yang berjuang melawan Uni Soviet,” ujarnya dikutip Voice of America (VoA).
 
Tetapi, di Moskow, ada 93 patung Lenin. Dari sisi sejarah mereka, banyak warga Rusia mengatakan Uni Soviet adalah kekuatan pendorong kemajuan.
 
Alexander, yang mencari makan dengan meniru sebagai Lenin untuk atraksi bagi turis-turis yang mengunjungi Lapangan Merah, mengatakan Ukraina berkembang secara ekonomis dan budaya sebagai bagian Uni Soviet. Ia mengatakan hanya kelompok nasionalis Ukraina yang menentang lambang-lambang komunisme.
 
Kembali di Lviv, redaktur majalah Tars Voznyak mengatakan dengan pedas bahwa warga Rusia agaknya tidak bisa melepaskan pandangan lama mereka tentang dunia.
 
Ia mengatakanRusia modern melihat dirinya sebagai pengganti Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet. Ukraina, katanya, selalu memainkan peran sekunder terhadap Miskow dan tidak bisa melihat dirinya sebagai pengganti Uni Soviet.
 
Dalam perdebatan baru-baru ini mengenai pandangan-pandangan historis mereka, Kremlin mendanai “The Match,” film baru berbahasa Rusia tentang perlawanan Soviet di Ukraina terhadap Nazi. Kelompok nasionalis Ukraina berupaya melarang film itu bulan Mei karena semua orang yang berbicara bahasa Ukraina digambarkan sebagai agen-agen Nazi.
 
Mantan walikota Lviv, Vasil Kuibida, menuduh kelaparan pada masa Soviet dalam dekade 1930-an, yang disebut “Holodomor,” mengakibatkan korban sebanyak pembunuhan yang dilakukan Nazi pada masa perang di Ukraina.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Black Hawk Tentara Koalisi Jatuh di Afghanistan, 11 orang tewas
Tulisan selanjutnya Dari Spiritualis Menuju Materealistis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?