Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Atasi Krisis Ekonomi Global dengan Mencintai Bank Syariah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 Oktober 2012 09:45
Bagikan
Masyarakat harus memaklumi jika pelayanan bank syariah belum seperti bank konvensional
Bagikan

Hidayatullah.com–Untuk mengatasi krisis keuangan global yang sedang melanda dunia, tidak cukup hanya dengan menyadarkan dan memahamkan masyarakat akan buruknya dampak sistem kapitalis, tetapi masyarakat juga harus berani meninggalkan sistem tersebut dan beralih pada sistem ekonomi syariah.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia, Edi Setiadi, kepada hidayatullah.com, usai acara seminar nasional Ekonomi Syariah di Balai Sidang Universitas Terbuka, Jakarta, Kamis (04/10/2012).

“Tentunya secara gradual kita memberikan pemahaman bahwa krisis itu hanya bisa diatasi apabila mereka meninggalkan sistem yang saat ini masih menghegemoni. Sistem itu diyakini adalah yang syariah dimana senantiasa mengkaitkan pengembangan antara sektor keuangan dengan sektor riil, tidak ada satu peser pun uang tanpa dilandasi oleh peningkatannya produksi atau bertambahnya barang dan sebagainya, itu upaya-upaya kita untuk memberikan hal-hal tersebut kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Ia juga melihat saat ini sudah banyak tenaga-tenaga (pelaku ekonomi) di World Bank dan IMF sudah menunjukkan ketertarikannya pada keuangan syariah.

“Saya rasa saat ini banyak juga tenaga-tenaga di World Bank dan IMF sudah mulai tertarik atau menunjukkan ketertarikannya kepada keuangan syariah, banyak juga tulisan-tulisan yang sudah diungkapkan seperti apa yang merupakan kegiatan-kegiatan dari ekonomi syariah harapannya tentu memang tidak sekedar hanya label syariah tapi juga diterapkan dan saya lihat itu merupakan suatu keniscayaan dikembangkan di beberapa negara China, Korea, Thailand, Singapura sudah mendirikan bank Islam yang sudah cukup karena ada unsur-unsur kebaikan yang dia lihat,” ungkapnya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Sadar Syariah

Hanya saja,  untuk menyadarkan maupun menerapkan sebuah sistem baru bagi masyarakat memang tidak mudah, hal ini dirasakan oleh perbankan syariah Indonesia, salah satunya adalah Bank Syariah Mandiri.

Menurut Putu Rahwidhiyasa, Senior Vice President Transformation Program Management Office Bank Syariah Mandiri, mengakui masih terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar paham akan ekonomi syariah dan masih kurangnya arsitektur keuangan syariah.
Selain itu, menurut Edi Setiadi,  untuk mewujudkan sistem keuangan Islam, masyarakat memang harus disadarkan dan dipahamkan untuk mencintai perbankan syariah.

“Cara merealisasikan sistem keuangan Islam ya itu tadi, yang lebih bagus adalah bagaimana menyadarkan dulu, menyadarkan masyarakat di negara tersebut bahwa ini merupakan suatu hal yang baik untuk di wujudkan, suatu hal yang bisa memecahkan masalah bangsa karena kalau masyarakatnya sendiri tidak merasa paham akan hal-hal tersebut tentunya apapun yang diminta dari atas biasanya terkesan akan ada pemaksaan tidak untuk berkesinambungan, untuk kesinambungannya itulah dipahamkan masyarakatnya dulu untuk berbank syariah”, ujarnya kepada hidayatullah.com.

Hanya saja, Edi meminta masyarakat untuk memaklumi jika pelayanan bank syariah masih belum mampu menyamai dan sebaik bank konvensional.

“Kalau tadi dikatakan sekarang bank syariah ber-praising atau harganya mahal kemudian juga pelayanannya masih tidak sebaik bank konvensional ya itulah merupakan ciri khas dari institusi yang baru berdiri. Misalkan, seperti keluarga yang baru menikah tentu berbeda dengan keluarga yang sudah cukup lama menikah, sudah punya bagaimana cara mengatur, nah ini juga sama dengan institusi keuangan syariah, keuangannya masih sedikit, jumlah dananya juga dia masih harus nyari lagi,” terangnya.

Meski masih banyak keterbatasan, Edi yakin  perbankan Islam akan berkembang dengan baik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateperbankan syariah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Krisis Global Berdampak Pergeseran Ekonomi dari Barat ke Timur
Tulisan selanjutnya Perlunya Sistem Pendidikan yang Melahirkan Adab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?