Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Masyarakat dan Wartawan Perlu Kritis dalam Pemberitaan Terorisme

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 1 November 2012 10:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.comi–Masyarakat dan wartawan perlu kritis dalam memberitakan masalah-masalah terorisme. Isu-isu terorisme yang terus berkembang hingga hari ini tak lepas rekayasa yang dibuat oleh operasi Intelijen. Menurut pengamat intelijen Mustofa B. Nahrawardaya, gerakan-gerakan terorisme dengan isu-isu negara Islam saat ini justru banyak ditunggangi oleh “orang-orang buatan”.

“Ide mendirikan negara Islam itu baik, tapi mendirikan negara Islam dengan kekerasan, membunuh yang tidak bersalah, merampok, menipu ini jelas sesuatu yang dikendalikan intelijen untuk menjerumuskan umat Islam,” jelas Mustofa B. Nahrawardaya kepada hidayatullah.com, Kamis, (01/10/2012).

Saat ini kelemahan masyarakat indonesia dan para wartawannya adalah mereka gampang percaya dengan pers rilis dari pihak aparat, khususnya dari Densus 88, BNPT hingga kepolisian. Padahal seharusnya setiap informasi itu diinvestigasi dulu kebenaran dan fakta lapangannya.

Selain itu, Musthofa juga menjelaskan adanya perpecahan di tubuh Densus.

“Saya menganalisa saat ini diinternal Densus dan kepolisian terjadi konflik kepentingan antara aparat Muslim dan aparat non Muslim, banyak juga pihak kepolisian beragama Islam yang tahu sandiwara intelijen namun mereka justru dikebiri bahkan dijadikan korban,” jelas Narawardaya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saya melihat polisi-polisi di Solo yang ini catatan recordnya mereka orang-orang yang sholat dan ibadahnya rajin, ini juga keganjilan yang harus diinvestigasi,” tambahnya.

Karena Itu Mustofa menilai, gerakan-gerakan yang ingin menegakkan negara Islam saat ini justru dikhawatirkan lebih banyak telah disusupi orang-orang buatan (baca:intelijen). Orang-orang buatan ini menggagas perlawanan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memanfaatkan emosi umat atas kerinduan pada Syariat Islam.

Namun, ketika umat sudah bergerak dan terjebak pada cara kekerasan, orang-orang buatan ini justru menghilang dan selalu dalam kondisi aman tidak ditangkap. Padahal di lapangan mereka sangat frontal dan radikal dalam memprovokasi dengan isu-isu jihad dan anti NKRI.

Terlebih, doktrin-doktrin takfir (mengkafirkan sesama muslim) yang dikembangkan membuat umat Islam mudah terpecah belah. “Hati-hati kita umat Islam jangan mau dipecah belah oleh operasi
intelijen ini,” tambahnya lagi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:densusold migrateterorismeUang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mustofa Nahrawardaya: Waspadai Jebakan Operasi Intelijen di Dunia Maya dan FB
Tulisan selanjutnya Makkah Ingin Wujudkan Haji ‘Ramah Lingkungan’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?