Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Menjadi Wanita ‘Kafir’ Tanpa Sadar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Januari 2013 05:30
Bagikan
Pasangan suami-istri Australia.Foto: Nicole Pierce/Flikcr
Bagikan

Oleh: Abu Hudzaifah

DALAM sebuah redaksi hadits disebutkan ada sosok wanita yang memiliki sifat, “yakfurnal ‘asyir” (kafir kepada suami, maksudnya mengingkari kebaikan suami). Tentu saja bagi sebagian wanita, tentu tidak akan terima bila judul di atas disematkan pada dirinya.
Di saat hatinya senang dan ‘nyaman’ kepada suaminya, seorang istri akan memandang suaminya sebagai sosok yang baik dan ‘sempurna’. Tanpa cacat dan kekurangan. Di saat laju rumah tangga stabil tanpa alang rintangan yang berarti, seorang istri biasanya akan terngiang terus akan kebaikan-kebaikan sang suami.

Berbeda kondisinya manakala perasaan dan hati sang istri tertutupi oleh kekurangnyamanan dan tidakketidaksukaan kepada suami, maka segala bentuk kekurangan dan kekhilafan sang suami nampak nyata di depan mata. Dalam pandangannya, sang suami tak pernah melakukan kebaikan sama sekali pada dirinya. Seakan-akan sang suami selama ini hanya sebatas ‘produsen’ keburukan tanpa henti. Bisa dibayangkan bukan, bagaimana hari-hari berjalan tanpa ada senyum dan sapa di antara keduanya.

Kisah Khaizuran berikut ini mungkin dapat dijadikan pelajaran bagi setiap wanita agar tidak terjerumus kepada kufur nikmat terhadap suami. Khaizuran adalah seorang budak wanita yang dibeli oleh Khalifah Al-Mahdi dari An-Nukhas. Beliau memerdekakannya lalu menikahinya. Beliau juga memenuhi segala kebutuhannya. Namun, setiap kali Khaizuran marah kepada beliau, ia selalu saja berucap di hadapannya, “Aku tidak pernah melihatmu berbuat baik sama sekali!”

Kisah senada juga dilakukan oleh Al-Barmakiyah, seorang budak wanita. Ia dibeli oleh Al-Mu’atamid bin ‘Ubad, seorang raja Maroko, dan menjadikan seorang permaisuri. Ketika Al-Barmakiyah menyaksikan anak-anak perempuan bermain pasir, maka ia teringat masa kecil.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Lalu, ia tertarik untuk bermain pasir seperti mereka. Maka, sang raja pun memerintahkan untuk mendatangkan minyak wangi yang tak terkira jumlahnya yang serupa dengan pasir. Ia pun senang dan bermain dengannya. Namun, ketika ia merasa marah kepada sang raja, serta merta ia berujar, “Sungguh, aku belum pernah melihat kabaikanmu secuil pun!” Sang raja pun tersenyum dan menyela, “Apakah juga pada saat engkau bermain pasir (maksudnya saat ia bermain minyak wangi sebagaimana ia bermain pasir)?” Maka, ia pun merasa malu mendengar ucapan tersebut.

Tabiat mayoritas wanita adalah melupakan kebaikan di saat pasangannya melakukan kekhilafan atau terdapat kekurangan padanya. Seakan-akan kebaikan suami yang sedemikian banyak dan besar tertutupi oleh kekurangan dan kekhilafan yang tak seberapa yang dilakukan oleh suami. Kemesraan saat bulan madu bisa jadi sirna oleh kekhilafan suami yang mungkin dapat dihutung dengan jari. Jerih payah suami seakan-akan menguap bigutu saja tanpa membekas sedikit pun di saat suami melakukan kesalahan yang tak seberapa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam telah mewanti-wanti kaum wanita dari perilaku seperti ini. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Diperlihatkan neraka kepadaku, dan ternyata mayoritas penghuninya adalah kaum wanita lantaran mereka berbuat kufur.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda:

يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Mereka kufur kepada suami dan mengingkari kebaikan. Sekiranya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka selama satu tahun, lalu ia melihat suatu keburukan padamu, tentu ia akan berkata, ‘Aku belum pernah melihat satu kebaikan pun pada dirimu.” (HR. Bukhari).

Bila engkau menyaksikan istrimu memiliki tabiat seperti itu, maka tak perlu cemas dan bersedih hati. Yakinlah, bahwa kebaikan-kabaikan yang sedemikian banyak tak kan pernah sia-sia, manakala engkau lakukan ikhlas karena mengharap ridha Allah. Sekiranya istrimu memungkiri kebaikanmu, yakinlah bahwa Allah Yang Maha Kuasa mengetahui dan mencatatatnya.

Kepada para wanita yang masih memendam karakter seperti di atas, penilaianmu terhadap suaminya seperti itu tak akan membuahkan apa-apa selain bertambah kuatnya rasa bencimu kepada pasanganmu dan itu tak dapat memberikan solusi untuk memperbaiki kesalahan dan kekhilafan suamimu. Berpikir dan berilah penilaian secara obyektif. Tak ada manusia yang sempurna. Semoga nasihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam di atas mampu memberikan suntikan motifasi bagimu untuk senantiasa menjadi istri yang bersyukur dan pandai mengelola perasaannya. Wallahu a’lam.*

Penulis pemerhati masalah parenting dan penulis buku-buku keluarga. Kini tinggal di Solo, Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimahold migratewanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ekonomi Silaturahim
Tulisan selanjutnya Tak ada Resto KFC dan McDonalds di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?